Kewajiban untuk memberitakan Injil
1
Korintus 9: 16-23
Pemberitaan Injil merupakan amanat yang
Tuhan telah berikan kepada murid-murid-Nya, “Karena itu pergilah jadikanlah
semua bangsa muridKu, …” (Matius 28:18-20). Mereka memberitakan Injil yang
adalah kekuatan Allah (Roma 1:16) di
Yerusalem, Yudea, Samaria dan sampai ke ujung bumi (Kis 1:8).
Rasul Paulus yang merupakan hamba Kristus
menyadari kewajibannya dalam dunia ini. Kewajibannya dalah memberitakan Injil.
Dia memberitakan tentang Kristus. Pusat pemberitaannya adalah Kristus bukan
dirinya. Hari ini kita dapat merenungkan beberapa hal mengenai kewajiban
memberitakan Injil :
a.
Rasul Paulus tidak memusingkan dirinya mengenai upah
(ayat 17-18).
Rasul Paulus menyadari sebagai pemberita Injil, dia
mempunyai hak dan memperoleh hak itu tetapi hal itu tidak dipergunakannya. Hal
itu dilakukannya supaya tidak menjadi rintangan dalam pemberitaan Injil (ayat
12b).
b.
Pembritaan Injil tujuannya untuk memenangkan jiwa-jiwa
(ayat 19-23).
Injil yang adalah kekuatan Allah tidak hanya untuk
orang Yahudi saja tetapi juga bagi orang non Yahudi. Rasul Paulus memberitakan
Injil kepada orang Yahudi dan non Yahudi. Rasul Paulus menjadi sama seperti
mereka dengan tujuan untuk memenangkan mereka tetapi tidak berkompromi dengan
cara hidup mereka.
Pemberitaan Injil adalah kewajiban kita
semua. Mari kita memberitakan Injil kepada semua orang supaya banyak orang yang
dimenangkan dan nama Tuhan di permuliakan.
0 komentar