Thursday, February 28, 2019

Siapa penolongmu sesungguhnya?

SIAPA PENOLONGMU SESUNGGUHNYA?
Morning Spirit... Ada begitu banyak masalah yg kita hadapi dalam hidup ini. Setiap kali masalah datang selalu ada orang² yg baik hati untuk menolong. Tentunya kita bersyukur kepada mereka dan selalu memuji kebaikannya. Namun kita sesungguhnya sedang lupa siapakah yg mengirim mereka untuk menolong kita?? Manusia yang menolong kita puji² tak habis² tapi si sumber penolongnya tak pernah di puji². Daud pada waktu berada dalam kesesakan sungguhpun ada orang yang menolongnya dia tidak pernah lupa memuji Allah. 2 Samuel 22:2-4 "Ia berkata:"Ya TUHAN, bukit batuku, kubu pertahananku dan penyelamatku, Allahku, gunung batuku, tempat aku berlindung, perisaiku, tanduk keselamatanku, kota bentengku, tempat pelarianku, juruselamatku: Engkau menyelamatkan aku dari kekerasan. Terpujilah TUHAN, seruku: maka aku pun selamat dari pada musuhku." Saudaraku, siapa yg Anda puji saat masalah Anda dapat terselesaikan?? Bukankah Tuhan yg memberikan pertolongan dgn memakai berbagai cara, bukankah Tuhan yang yg memberikan hikmat, kekuatan dan kesabaran? Pujilah Tuhan dalam berbagai hal dan jangan pernah melupakan kebaikannya. Tuhanlah sumber penolong yang abadi kuasaNya senantiasa menyertai kita. Amin!! GB
Read more

Wednesday, February 27, 2019

Apa Tujuanmu diciptakan Allah

APA TUJUANMU DI CIPTAKAN ALLAH
Morning Spirit... Apa tujuan Anda diciptakan?? Tidak semua org sadar bahwa ia diciptakan untuk melakukan perkerjaan yang baik yg, memuliakan Tuhan. Melakukan pekerjaan yang baik berarti melakukan perintah² Tuhan. Semua yg Allah perintahkan adalah baik. Tetapi manusia lebih cenderung melakukan apa yg tidak baik. Efesus 2:10 "Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya." Saudaraku, hidup didunia ini tidaklah lama. Namun yang sebentar itu dapat dicatat sebagai sejarah hidup yang akan diingat oleh banyak orang dan juga oleh keturunan kita. Diingat oleh karena berbuat baik bukan diingat oleh karena berbuat jahat. Tolonglah org yg membutuhkan pertolongan, ampuni mereka yang menyakiti, berbicaralah yang menyejukkan, cintailah pasangan Anda seumur hidup, jujurlah dalam bertindak, janganlah menyakiti hati, dan banyak hal yg baik. Ingat, manusia buatan Allah harus melakukan apa yang diperintahkan Si Pembuatnya. GB
Read more

Skizofrenia atau Kerasukan

Konselor pastoral harus mampu membedakan kerasukan setan dan gangguan mental yang serius, seperti skizofrenia. Yang pertama harus dilakukan adalah memeriksa apakah seseorang menderita penyakit atau tidak, baik mental atau pun fisik. Pemikiran untuk memeriksa apakah seseorang mengalami kerasukan dapat dilakukan hanya jika semua penjelasan alamiah yang mungkin menjadi penyebabnya tidak mencukupi. Mengenali Skizofrenia Skizofrenia adalah penyakit fisik. Karena penderita skizofrenia menunjukkan gejala-gejala yang aneh, penyakit ini kadang-kadang dianggap kerasukan setan. Tetapi sama seperti saat kita mempelajari epilepsi (penyakit lain yang awalnya dianggap sebagai kerasukan setan), kita sekarang tahu bahwa skizofrenia merupakan hasil dari kerusakan sel kimia otak. Sering kali, pengobatan bisa menyembuhkannya. Penundaan dalam memulai pengobatan skizofrenia yang tepat dapat membuat penderita membutuhkan waktu yang lama untuk sembuh. Jadi, diagnosa yang salah bisa berakibat fatal. Hal ini terkadang benar-benar terjadi karena skizofrenia kadang-kadang menyerang orang yang sudah lanjut usia. Beberapa gejala-gejala dasar skizofrenia adalah bentuk-bentuk pengisolasian diri atau penarikan diri dari masyarakat sosial yang ekstrim; ketidakmampuan untuk menjalankan fungsi sebagai pekerja, pelajar, atau ibu rumah tangga; melakukan hal-hal aneh (mengumpulkan sampah, berbicara kepada diri sendiri di tengah-tengah masyarakat umum, menimbun makanan); pengabaian ekstrim akan kebersihan dan kerapian diri; melantur, tidak jelas, berbicara berbelit-belit, atau kurang komunikasi, atau berbicara yang tidak ada artinsya; memiliki kepercayaan yang aneh atau pikiran magis yang memengaruhi perilaku seseorang (percaya takhayul, percaya pada kekuatan untuk melihat benda atau peristiwa yang tidak dapat diterima oleh indera, telepati, atau pemikiran bahwa "orang lain bisa merasakan perasaannya"); pengalaman-pengalaman yang tidak biasa (ilusi yang berulang-ulang, merasakan adanya tekanan atau orang lain yang sebenarnya tidak ada; dan kurang inisiatif atau semangat. Apa yang nampak seperti kerasukan setan biasanya adalah gejala-gejala skizofrenia. Ini penting karena bila masalah-masalah emosional disalahartikan sebagai kerasukan setan, maka akibatnya sangat berbahaya: menghalangi penderitanya mengenali dan mengakui keberadaan manusia yang berdosa, menekankan kekuatan setan dengan tidak tepat, dan yang paling penting, menunda dimulainya perawatan yang tepat. Skizofrenia adalah penyakit yang kompleks. Bila seorang pendeta mencurigai konselinya menderita penyakit ini, dia harus segera membawanya kepada pihak yang tepat. Menunda perawatan untuk masalah seperti skizofrenia dapat secara signifikan membuat presentase kemungkinan penderita untuk sembuh menjadi semakin kecil. Mendiagnosa Kerasukan Setan Bila yang dibahas sebelumnya itu adalah skizofrenia, lalu kerasukan setan itu seperti apa? Ciri-ciri kerasukan setan tidaklah mudah untuk dipahami. Namun, mereka yang memiliki banyak pengalaman menangani kerasukan setan mengemukakan faktor-faktor berikut: Tidak memiliki kehangatan sebagai manusia. Orang yang kerasukan terlihat kosong dan hampa, dan mereka tidak memiliki empati. Menunjukkan kepribadian yang baru. Suara dan ekspresi orang itu berubah, dan dia mulai bertingkah dan berbicara seperti orang yang berbeda. (Namun, ini juga terlihat dalam kepribadian ganda (multiple personality disorder) -- masalah psikologi akut terkait dengan pelecehan pada masa kanak-kanak.) Reaksi pada simbol-simbol kekristenan. Salib, Alkitab, dan simbol-simbol kekristenan lainnya sering kali menyebabkan orang yang kerasukan benar-benar tidak nyaman. (Namun, skizofrenia bisa juga menunjukkan reaksi ini.) Fenomena fisik yang aneh. Beberapa pengamat menggambarkan suatu bau busuk yang tidak dapat dipahami, suhu badan yang membeku, benda-benda yang terbang, dan kulit yang halus dan kendur. Perubahan perilaku supernatural. Misalnya, korban mungkin memiliki gaya berat -- dengan kata lain, dia tidak bisa dipindah secara fisik, atau bisa juga mengambang. Maka jelaslah bahwa kerasukan bukanlah seperti yang disangka selama ini, dan banyak masalah yang dianggap kerasukan setan sebenarnya memiliki penjelasan-penjelasan alamiah. Penilaian bahwa seseorang kerasukan setan atau tidak harus melewati proses pengujian apakah gejala-gejala aneh yang timbul memiliki penjelasan yang alamiah atau tidak. Jika gejala tersebut tidak dapat dijelaskan secara alamiah, barulah penyelidikan supernatural dilakukan. (t/Ratri)
Read more

Anakku Bipolar

Satu gangguan yang tampaknya makin hari makin menggejala, yaitu gangguan bipolar. Berikut akan dipaparkan definisi dan ciri-ciri penderita bipolar, dampak apa saja yang ditimbulkannya, dan apa yang dapat diperbuat oleh orangtua anak bipolar. Saya yakin, jika kita bertanya kepada semua ibu yang mengandung, apakah yang mereka harapkan, semua akan menjawab, mereka berharap anak lahir sehat. Itu sebab dapat dibayangkan betapa hancur hati ibu—dan juga ayah—bila mendapati ternyata anak lahir tidak sehat. Pada kesempatan ini kita akan membahas satu gangguan yang kadang menyerang keluarga, yaitu gangguan bipolar. Definisi dan Ciri Anak yang Bipolar Gangguan bipolar ditandai oleh AYUNAN EMOSI YANG EKSTREM dari atas ke bawah dan begitu seterusnya. Pada saat berada di "atas" atau manik, si penderita menjadi sangat aktif, bertenaga, bersemangat, percaya diri, banyak ide, kreatif, dan cenderung impulsif—bertindak tanpa berpikir panjang. Pada saat terayun ke "bawah" si penderita menjadi kebalikannya: pasif, lemas, kehilangan semangat, mudah putus asa, meragukan diri, tumpul, tidak mau melakukan apa-apa, dan berpikir negatif. Periode ini disebut depresi. Pada masa kanak-kanak, gangguan bipolar sering kali menampakkan dirinya dalam bentuk PELUAPAN EMOSI YANG TAK TERKENDALI. Sewaktu marah, anak tidak cukup mengeluarkan kemarahan lewat perkataan, ia pun harus berteriak-teriak atau melampiaskannya lewat kekerasan seperti memukul atau membenturkan kepala. Apa pun yang orang tua katakan untuk menenangkannya, tidak membuahkan hasil. Ia harus melampiaskannya terlebih dahulu sebelum ia reda. Pada masa kecil biasanya anak tidak memerlihatkan depresinya namun makin anak bertumbuh dewasa, makin ia menampakkan ayunan emosinya dari manik ke depresi secara berkala. Hal lain yang sering tampak pada anak penderita bipolar adalah pola pikir dan perilakunya yang OBSESIF DAN KOMPULSIF. Pada umumnya untuk suatu waktu ia akan "tergila-gila" pada sesuatu dan semangatnya untuk melakukan atau mendapatkannya tidak lagi terbendung. Masalahnya adalah, apa pun itu, pada akhirnya ia akan bosan dan tidak lagi menginginkannya. Dampak Pada Keluarga Tidak bisa tidak, anak penderita bipolar akan menyita perhatian orang tua dan memberi TEKANAN YANG BESAR pada keluarga. Akhirnya orang tua terpaksa meluluskan permintaannya untuk mencegah perilakunya yang ektrem dan mengganggu. Masalahnya adalah, makin dituruti, makin egois si anak, dan makin sulit ia mengekang keinginannya. Pada masa anak mulai remaja, perilaku anak yang tak terkendali sering kali menimbulkan MASALAH, BAIK SECARA MORIL MAUPUN MATERIL. Anak penderita bipolar dapat mencederai orang tua—biasanya ibu—dan saudaranya. Tidak jarang, ia pun dapat menimbulkan kerugian materil yang besar, misalkan dengan menumpukkan utang atau menimbulkan kerusakan. Anak yang lain dalam keluarga dapat merasa TERABAIKAN dan dinomorduakan sebab orang tua terus memberi perhatian kepada anak penderita bipolar. Orang tua sering pula menuntut anak yang lain untuk menolong si penderita bipolar atau menolong orang tua menanganinya. Pada akhirnya semua ini menimbulkan tekanan yang besar pada hubungan suami istri dan pada anak-anak. Tidak jarang relasi keluarga menjadi RENGGANG dan suami istri sering konflik dan saling menyalahkan Apa Yang Dapat Diperbuat Orang tua Jika perilakunya terlalu ekstrem dan mengganggu, sebaiknya kita membawanya ke psikiater untuk mendapatkan PENGOBATAN. Lewat obat, perilaku yang ekstrem dan pemikiran yang obsesif-kompulsif dapat dikendalikan. Pada dasarnya langkah PENCEGAHAN adalah langkah terbaik. Jika kita melihat ia mulai kesal, ajaklah bicara dan tanyakanlah apa penyebabnya. Atau, bila kita melihat bahwa ia akan meluapkan kemarahannya, dengan tegas berikan peringatan supaya ia tidak melakukannya. Singkat kata, kita mesti melatihnya untuk mengekspresikan perasaannya lewat perkataan dan mengendalikannya secara lebih baik. Sewaktu anak sudah mulai remaja, kita mesti menjelaskan kepadanya bahwa semua gejala ini merupakan KEUNIKANNYA. Namun sama seperti keunikan lainnya, ia mesti mengendalikan dan memakainya secara konstruktif. Jika tidak, keunikan ini justru akan menghancurkannya. Kita mesti mengajak anak untuk MENERIMA bukan saja keterbatasannya tetapi juga penanganannya. Jika emosinya terus berayun atau perilakunya menjadi tak terkendali, ia mesti mengkonsumsi obat secara teratur dan seumur hidup. Penolakan atau penyangkalan hanyalah memperparah masalah. Justru bila ia menerima, ia akan dapat bersumbangsih besar dalam hidup sebab kebanyakan penderita adalah orang yang kreatif. Pada akhirnya kita pun harus meneropong semua ini dari lensa rohani. Masalah bipolar bukanlah masalah sesaat; masalah ini adalah masalah seumur hidup. Baru saja kita tidur tenang, kita harus terbangun kembali dan mengurus masalah anak. Akhirnya kita letih dan kita bertanya kepada Tuhan, "Mengapakah Ia memberikan anak seperti ini kepada kita?" Kita pun tidak mengerti mengapa Tuhan tidak kunjung menyembuhkannya. Mazmur 139:13 mengingatkan, "Sebab Engkaulah yang membentuk buah pinggangku, menenun aku dalam kandungan ibuku." Tuhan tidak membuat kesalahan; anak bipolar adalah ciptaan-Nya. Ia sekadar menitipkannya kepada kita. Tugas kita adalah menjaga dan membesarkan anak itu untuk Tuhan semata.
Read more

Depresi

Latar Belakang Dari sekian banyak faktor yang menyiksa hidup, mungkin depresilah yang paling bertanggung jawab atas kepedihan dan ketertekanan manusia. Sulit untuk memberi batasan, membeberkan gejala-gejala dan mengatasinya. Sering dimengerti sebagai kondisi emosi yang dipengaruhi oleh gangguan kejiwaan (entah neurotik atau psikotik), yang ditandai oleh perasaan putus asa, serba kurang, murung, patah semangat, sedih, kesulitan berpikir dan memusatkan perhatian serta ketidak-aktifan. Orang-orang yang depresi memiliki citra diri yang negatif, sering diikuti oleh perasaan bersalah, malu dan mengecam diri sendiri. Beberapa bentuk depresi yang neurotik berkaitan dengan tindakan atau kebiasaan salah, dan reaksi-reaksi salah terhadap kebiasaan salah itu. Sesudah serangkaian tindakan salah dan reaksi salah yang mengikutinya terjadi, lahirlah perasaan bersalah dan depresi. Jika dosa merupakan inti masalahnya, ia tidak boleh diremehkan. Jangan pula mendukung anggapan, bahwa yang bertanggung jawab atas masalah-masalah kepribadian adalah peristiwa atau orang lain. Setuju dengan anggapannya tadi atau tidak memperlakukan dosa dan kesalahannya secara serius, akan merampas kemungkinannya untuk mengalami jalan keluar yang nyata dan langgeng. Baik Kristen ataupun bukan, dapat menjadi korban depresi. Keduanya sering hanya mementingkan perbaikan perasaan sementara waktu. Tetapi ini bukan prioritas utama. Yang lebih penting ialah mencari akar penyebab depresinya. Dengan membereskan hidup rohaninya, tentu depresi akan berangsur teratasi. Di sinilah fungsi Alkitab untuk berperan. Kuasa Roh Kudus akan pasti mengalir sebagai akibat diambilnya langkah-langkah positif pada jalan menuju pemulihan dan keutuhan diri. Pembimbing Kristen harus berperan sebagai pembangkit Harapan. Walaupun belum terjadi keputusan rohani, usahakan menanamkan pengharapan dan perasaan positif dalam dirinya. Bersabarlah. Masalah-masalah rumit yang tidak dapat diselesaikan secara cepat dan mudah, seringkali terlibat dalam depresi. Orang yang depresi tak dapat melejit keluar dari depresi karena sekedar perintah. Seringkali dibutuhkan berbulan-bulan bantuan profesional kepadanya. Latar Belakang Ayat Alkitab Strategi Bimbingan Untuk yang bukan Kristen: Orang yang anda bimbing mungkin menunjukkan gejala-gejala depresi sebagai akibat kemarahan, dendam, kesalahan-kesalahan nyata ataupun tidak, kasihan diri, rasa bersalah dan pelanggaran susila, yang belum diselesaikan. Yakinkan bahwa anda senang dan ingin membantunya mencari penyelesaian. Tanyakan apakah dia sudah mempercayai Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamatnya pribadi. Jika belum, jelaskan "Damai dengan Allah" di 17750. Ingat bahwa meringankan dosanya berarti merugikan dia. Agar yang bersangkutan mengalami keampunan, harus ada kesadaran dan pengakuan dosa. Jelaskan soal "Kepastian Keselamatan", di 17752. Tegaskan bahwa pengalamannya dengan Kristus memberi harapan nyata. Dari dalamnya dapat lahir kepekaan dan pengertian baru, dalam keinginannya mengatasi masalah-masalah yang menyebabkannya depresi. Anjurkan dia untuk membaca dan mempelajari Firman Tuhan. Melaluinya ia diajar mengerti kehendak dan jalan-jalan Allah. Pikirannya akan disesuaikan dengan Allah, menghasilkan damai dalam hati (Lihat Yes 26:3). Dorong dia untuk belajar berdoa tiap hal. Kita bisa rnengakui dosa dan diperbaharui melalui doa. Kita belajar mengalami penyertaan dan restu Allah. Sambil memuji dan bersyukur kepada-Nya, kita menyembah Dia. Kita menyuarakan keinginan-keinginan kita sehubungan dengan kebutuhan diri kita dan orang-orang lain. Nasihatkan dia untuk memupuk persahabatan dengan orang yang dapat memberinya dukungan dan kekuatan yang dibutuhkannya. Teman-teman semacam itu dapat ditemukannya dalam persekutuan wilayah atau kelompok PA dari suatu gereja yang mementingkan Firman Tuhan. Persekutuan sedemikian mampu pula membukakan kesempatan baginya untuk melayani dan mengalihkan perhatiannya pada kebutuhan orang lain. Dorong dia untuk mencari pertolongan dari seorang pendeta atau psikolog Kristen yang memenuhi syarat, untuk mendapatkan bimbingan berkelanjutan sehingga semua segi depresinya dapat diselesaikan sesuai petunjuk Alkitab. Untuk yang Kristen: Seorang Kristen pun mungkin menderita depresi sebagai reaksinya terhadap situasi-situasi yang menekan, kegagalan dan kemunduran; seperti kematian anggota keluarga, anak yang memberontak, atau kehilangan pekerjaan. Terhadap hal tadi, anda selalu harus menyatakan kasih dan kekuatan, seperti: "Bukan anda sendiri yang mengalami penderitaan." "Allah memelihara dan tidak meninggalkan anda sendirian." "Tuhan Yesus bukan saja menanggung dosa-dosa kita, tetapi juga kesedihan dan kedukaan kita." Jelaskan padanya bahwa masalahnya itu mungkin diakibatkan oleh ketidakmampuannya mempercayakan segala situasi hidupnya kepada Allah. Mungkin dia perlu menyerahkan diri ulang kepada Kristus, sambil tanggap dan taat pada kehendak Allah (Lihat Rom 12:1,2). Nasihati dia untuk kembali mendisiplin diri menelaah Alkitab dan berdoa (Lihat Ams 3:5,6 dan Yes 26:3). Anjurkan dia untuk setia beribadah dan melayani dalam suatu gereja tertentu. "Keputus-asaan adalah lawan dari iman. Ia merupakan senjata iblis untuk menggagalkan pekerjaan Allah dalam kehidupan kita. Keputusasaan membutakan mata kita terhadap kemurahan Allah dan membuat kita hanya melihat keadaan-keadaan yang tak menguntungkan. Aku tak pernah menjumpai seorang yang menyediakan waktu untuk berdoa dan mempelajari Firman Allah tiap hari, dan yang beriman kuat, mengalami keputusasaan berlarut-larut." Seorang Kristen mungkin juga mengalami depresi karena ketidak-taatan dan dosa yang tak terselesaikan, seperti kemarahan, kepahitan, cemburu, dendam, perceraian, pelanggaran susila, dan lain sebagainya. Sesudah masalahnya diungkapkan, yakinkan orang tersebut bahwa tindakannya mencari penyelesaian adalah benar. Tegaskan bahwa langkah pertama menuju pemulihan diri adalah pembaharuan rohani. Jelaskan "Mencari Keampunan dan Pemulihan", 17753 sambil menekankan Amsal 28:13 dan 1Yohanes 1:9. Sesudah dia menerima anjuran tadi, tunjukkan bahwa selain itu mungkin dia masih perlu mengambil langkah-langkah pemulihan lainnya. Misalnya, dia perlu memperbaiki hal-hal yang rusak akibat gosip, kritik, iri, pelanggaran susila, dan lain-lain. Bila mencuri, dia harus mengembalikan barang curiannya. Nasihatkan dia untuk bersungguh-sungguh mempelajari Alkitab. Belajar memikirkan pikiran-pikiran Allah adalah bantuan tak ternilai bagi pemulihan rohaninya (Lihat Fili 4:8 dan Rom 12:2). Usulkan dia untuk terlibat dalam ibadah, persekutuan dan pelayanan di suatu gereja yang mementingkan Firman Tuhan. Anjurkan dia untuk memikirkan kemungkinan ditangani oleh para ahli bimbingan Kristen, sampai semua akar masalah depresinya dibereskan dalam petunjuk Alkitab. Seorang Kristen bisa juga depresi karena telah membuat tujuan dan sasaran hidup yang melampaui kemampuannya mencapai. Ini bisa terjadi baik dalam hal ekonomi maupun rohani; kegagalan menyebabkan depresi. Jelaskan dengan sabar bahwa sasaran-sasaran yang berlaku pada orang lain, belum tentu cocok untuk yang bersangkutan. Kenyataan bahwa kini dia depresi, mungkin menunjukkan bahwa dia berada pada jalur yang salah. Tunjukkan bahwa keberhasilan atau kegagalan tidak dapat diukur oleh ukuran manusia, tetapi oleh hal-hal berikut: Apakah keinginanku sesuai dengan kehendak Allah dan dapat didukung oleh Firman Allah? Apakah yang kuinginkan adalah demi kemuliaan Allah atau untuk memuaskan angan-angan diri atau ambisi sendiri? Apakah aku didorong oleh kesombongan rohani? Apakah keinginanku selaras dengan petunjuk yang Paulus berikan? Menjadi diriku yang sebenarnya -- yaitu sebagaimana Allah telah menciptakanku; belajar hidup dengan kekuatan dan kelemahan yang ada. "Tetapi karena kasih karunia Allah aku adalah sebagaimana aku ada sekarang dan kasih karunia yang dianugerahkan-Nya kepadaku tidak sia-sia." (1Kor 15:10). Berusaha untuk melebihi orang lain atau menyaingi mereka, adalah kerohanian yang salah dan menghambat keberhasilan (Lihat 2Kor 10:12). Anjurkan orang itu untuk memperbaharui tekad rohaninya. "Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu." (Mat 6:33). Dorong dia untuk belajar berdisiplin dalam penelaahan Alkitab dan doa. Usulkan dia untuk menyusun ulang prioritasnya agar lebih selaras dengan kemampuan-kemampuannya; untuk itu dia perlu mengambil satu hari khusus. Anjurkan dia untuk mencari pertolongan bimbingan dari para ahli Kristen, jika tindak lanjut diperlukan. Latar Belakang Strategi Bimbingan Ayat Alkitab "Sesungguhnya penyakit kitalah yang ditanggungnya, dan kesengsaraan kita yang dipikulnya, padahal kita mengira dia kena tulah, dipukul dan ditindas Allah. Tetapi Dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh." (Yes 53:4,5) "Dalam segala hal kami ditindas, namun tidak terjepit; kami habis akal, namun tidak putus asa; kami dianiaya, namun tidak ditinggalkan sendirian, kami dihempaskan, namun tidak binasa." (2Kor 4:8,9) "Aku telah disalibkan dengan Kristus; namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku." (Gal 2:20) "Percayalah kepada Tuhan dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu." (Ams 3:5,6) "Orang yang bersemangat dapat menanggung penderitaannya, tetapi siapa akan memulihkan semangat yang patah?" (Ams 18:14) Mazmur 38:2-5,22,22
Read more

Dosa dalam pengertian Alkitab

Dosa itu apa? Istilah "dosa" muncul sangat banyak di dalam Alkitab, baik di dalam Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru. Perjanjian Lama Hatta Kalau kita melihat istilah yang dipakai dalam bahasa Ibrani adalah "hatta". Istilah ini berarti jatuh dan mengurangi standard dari Tuhan yang suci (falling short of the standard of God). Jadi Allah telah menetapkan suatu standard. Pada waktu kita lepas, kita turun dari standard yang ditetapkan oleh Allah, itu disebut "hatta" (dosa), sehingga sebaiknya kita mengerti istilah dosa, bukan dengan cara dunia dalam pengertian hukum. Waktu berbicara tentang hukum berarti secara tidak sadar mereka sudah menyetujui bahwa fakta dosa sudah ada di dalam dunia. Perkembangan yang terakhir, baik di Sorbone University di Paris, sebagai sekolah yang terbesar dan terkenal di dunia Latin, maupun di beberapa sekolah yang tertinggi di Amerika seperti Harvard dan Yale University, menunjukkan bahwa mereka berusaha untuk mencairkan atau berusaha untuk mengurangi konsep-konsep tentang keseriusan dosa. Meskipun demikian mereka tidak mungkin menolak bahwa fakta dosa itu memang ada di dalam dunia. Berdasarkan pengertian akan fakta dosa secara serius, maka agama mempunyai tempat dan akar yang cukup kuat dan tidak mungkin dapat dicabut oleh kebudayaan manapun. Dosa merupakan suatu fakta dan dalam pengertian hukum dunia adalah pelanggaran terhadap sesuatu yang sudah secara perjanjian bersama (konsensus) ditetapkan oleh ahli-ahli hukum agar menjadi patokan untuk mengatur hidup sosial dan etika dalam masyarakat. Jikalau ahli-ahli hukum sudah menyetujui secara konsensus lalu mencantumkan di dalam hukum suatu negara, maka apa yang dicantumkan itu menjadi standard negara itu. Barangsiapa berbuat sesuatu yang melanggar konsensus yang dicatat dalam hukum itu, disebut dosa. Di sini saya melihat kelemahan dari semua negara, semua hukum dari dunia ini ialah mereka hanya sanggup melihat dosa dari aspek yang paling rendah yaitu kelakuan yang salah. Sekali lagi, meskipun dalam hukum ditentukan perbedaan hukuman atas kesalahan berencana atau yang tidak berencana, tetapi tidak ada suatu hukum yang bisa langsung menghukum orang yang mempunyai niat atau rencana di dalam hati namun belum melakukan sesuatu di luar. Maksudnya, jikalau seseorang mempunyai hati yang ingin mencuri, tidak ada hukum di dunia yang boleh langsung memenjarakan dia, kecuali dia sudah melaksanakannya. Dengan demikian di seluruh dunia, pengertian hukum dan keadilan hanyalah dapat mengerti dosa di dalam hal yang superficial (yang tampak di permukaan). Dunia hanya mengerti dan menetapkan dosa berdasarkan sesuatu perbuatan yang dianggap melanggar suatu konsensus tentang hukum. Tetapi Alkitab tidak demikian. Alkitab berkata dengan jelas, "yang membenci seseorang, sudah membunuh" (Matius 5:21-22). Di sini etika Kristen adalah etika yang melampaui perbuatan yang nyata di dunia. Etika Kristen merupakan etika yang langsung ditujukan kepada motivasi seseorang secara terbuka di hadapan Tuhan. Allah sedemikian marah seperti api yang menyala-nyala. Allah yang menembus hati sanubari manusia dan tidak melihat perbuatan di luar, tetapi Dia melihat motivasi Saudara di dalam. Dosa dan keadilan Allah, kebenaran Allah menuntut kepada keseluruhan hidup kita, mulai dari motivasi di dalam, segala rencana di dalam, pikiran di dalam, mentalitas di dalam, sikap yang setengah di dalam setengah di luar, sampai perbuatan yang seluruhnya di luar. Semua ini dituntut oleh Tuhan. Menjadi seorang manusia berarti menjadi orang yang dicipta menurut peta dan teladan Allah dan dicipta supaya dia berdiri dan bertanggung jawab secara pribadi kepada Tuhan Allah. (To be a man as created under the image and the likeness of God is to exist with oneself alone before God). Tidak ada yang lain yang bisa menghalangi. Saya di hadapan Allah harus mempertanggungjawabkan segala motivasi saya, semua bibit pikiran saya, semua sikap mentalitas saya, semua sikap dan sifat pribadi saya, semua perkataan saya. Ketotalan ini, totalitas dan tanggung jawab ini, menjadikan kekristenan seperti apa yang dikatakan Kierkegaard bahwa menjadi orang Kristen terlalu sulit, karena Allah bukan menuntut hal-hal yang tampak di luar. Hukum-hukum di dunia terlalu rendah. Mereka hanya bisa menunjukkan Saudara berdosa setelah mereka menemukan dan membuktikan bahwa Saudara sudah berbuat, mengaku, atau sudah mengekspresikan apa yang Saudara inginkan di dalam perbuatan yang merugikan orang lain. Tetapi kekristenan dan iman Kristen bukan demikian. Ia telah menuntut keseluruhan Saudara sampai ke dalam hati sanubarimu yang sedalam-dalamnya, sampai ke dalam motivasi Saudara di hadapan Tuhan dimana orang tidak melihat Tuhannya. Menjadi orang Kristen memang tidak mudah. Di dalam dunia abad 20 terlalu banyak gereja yang ingin mendapatkan anggota sebanyak mungkin, maka mereka menurunkan derajat mutu kekristenan menjadi kekristenan yang mudah diterima, mudah dilaksanakan, namun itu bukanlah kekristenan yang sejati. Turun lebih rendah daripada standard yang telah ditetapkan oleh Tuhan, itulah dosa. Alkitab memakai istilah ini 580 kali di dalam PL. Istilah "hatta" merupakan suatu istilah yang begitu menyedihkan Tuhan. Orang Kristen menunjukkan suatu hal yang tidak ada pada agama lain, yaitu Allah telah menetapkan suatu standard bagi Saudara, sehingga Saudara tidak bisa hidup sembarangan. Di dalam agama- agama yang lain, mereka mempunyai standard mereka sendiri. Mereka mempunyai tujuan mereka sendiri dan tujuan yang mereka harapkan itu berdasarkan diri mereka yang sudah jatuh ke dalam dosa, yang tidak mereka sadari. Mereka ingin mencapai suatu hidup yang tinggi yang suci. Namun bagaimanapun tingginya tujuan itu hanyalah merupakan hasil dari otak yang sudah jatuh di dalam dosa. Sedangkan waktu Allah mengatakan "hatta", berarti Saudara sudah lebih rendah daripada standard yang sudah ditetapkan oleh Allah sendiri. Itu artinya dosa. Dosa jangan hanya dimengerti sebagai mencuri, berzinah, berjudi, main pelacur, atau mabuk-mabuk, itu memang tidak benar. Itu dosa, Tetapi hal itu merupakan hal yang superfisial, yang ditujukan di luar. Tuntutan Alkitab jauh lebih dalam dan lebih lengkap, secara totalitas daripada itu. Suatu standard telah ditetapkan Allah bagi manusia sebagai syarat atau kriteria tingkah laku dan moralitas manusia. Itu yang disebut kebenaran dan keadilan Allah. Avon Istilah kedua di dalam bahasa Ibrani adalah "avon". Ini berarti sesuatu "guilty" (kesalahan) atau suatu hal yang mengakibatkan kita merasa patut dihukum. Istilah ini sulit diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Suatu perasaan di dalam diri kita yang menganggap diri cacat atau perasaan di dalam jiwa yang merasa diri kurang benar, sehingga kita selalu merasa mau menegur diri. Hal ini bersangkutpaut dengan fungsi hati nurani yang diberikan hanya kepada manusia saja. Tidak ada binatang yang mempunyai 'guilty feeling', tidak ada binatang yang bisa menegur diri karena merasakan sesuatu hal yang tidak benar yang sudah diperbuatnya. Tetapi manusia tidak demikian. Setelah Saudara berbuat kurang sopan terhadap seseorang, Saudara akan pikir lagi, "Wah, mengapa tadi saya berbuat begitu ya? Seharusnya saya tidak begini, tapi mengapa begini dan toh sudah begini lalu bagaimana atau terus begini?" Saudara mempunyai perasaan berhutang atau perasaan bahwa Saudara patut dihukum. Perasaan sedemikian berdasarkan suatu pikiran dari apa yang sudah Saudara kerjakan, lalu hal itu dikaitkan dengan diri Saudara sebagai status dalam keadaan patut dihukum, itu disebut "guilty", "avon". Pesha Alkitab memakai istilah ketiga dalam bahasa Ibrani, yaitu "pesha". "Pesha" berarti semacam pelanggaran. Pelanggaran berarti ada suatu batas yang sudah ditetapkan, tetapi Saudara melewatinya atau sudah ada suatu standard namun bukan saja tidak bisa mencapai tetapi juga Saudara mau melawan atau melanggar. Maka pengertian ini bersangkut paut dengan suatu pengetahuan yang jelas, ditambah dengan kemauan yang tidak mau taat. Saya tahu apa itu baik, tapi saya sengaja melawan. Saya tahu batas sudah di situ, tetapi saya sengaja mau melewatinya. Tahu batas dan tahu tidak baik, tapi sengaja melewati, itu disebut "pesha". Jadi disini kita melihat dosa dinyatakan oleh Alkitab, wahyu Tuhan, begitu jelas di dalam ketiga aspek yang besar. Pertama, tidak mencapai atau menyeleweng dari standard yang ditetapkan Allah. Kedua, merupakan suatu hal yang salah atau sesuatu yang tidak seharusnya Saudara kerjakan, tapi Saudara kerjakan. Waktu Saudara sadar, Saudara tahu sudah berlaku tidak benar. Ketiga, adalah suatu pelanggaran yang sengaja dari seseorang. Kalau kita meneliti semua yang menjadi pengalaman kita masing-masing, maka Saudara mau tidak mau harus mengakui Firman Tuhan yang diwahyukan Tuhan dalam kitab suci ini betul-betul benar. Perjanjian Baru Dalam Alkitab PB ada 2 istilah dalam bahasa Yunani yang penting sekali. Adikia Adikia berarti perbuatan yang tidak benar. Hal ini merupakan perbuatan lahiriah atau dari luar, yang dinilai merupakan sesuatu perbuatan yang tidak benar sama seperti yang dikatakan oleh hukum- hukum dunia tentang orang bersalah. Di pengadilan ketika semua pemeriksaan sudah selesai, maka hakim akan memvonis, bahwa Saudara bersalah. Itulah "adikia", berarti Saudara sudah berbuat salah. Tetapi Perjanjian Baru sama dengan Perjanjian Lama, sama-sama wahyu yang diberikan oleh Allah yang suci, satu sumber, satu Roh Kudus, satu Allah yang memberikan wahyu baik kepada Perjanjian Lama dengan media bahasa Ibrani maupun kepada orang-orang di Perjanjian Baru dengan media bahasa Yunani. Sumbernya satu, Allah yang satu, standard yang satu. Hamartia Istilah kedua dalam Perjanjian Baru adalah "hamartia" yang artinya adalah kehilangan, meleset dari target atau sasaran yang ditetapkan. Jika saya melepaskan satu anak panah menuju pada satu sasaran yang sudah jelas, yaitu lingkaran tertentu yang harus dicapai, tetapi anak panah itu jatuh satu meter sebelum sasaran itu, maka itu disebut "hamartia". Sekali lagi saya berusaha untuk melepaskan panah, tetapi kini bukan tidak sampai, tapi terus lewat jauh dari target yang ditetapkan, itupun disebut "hamartia". Atau ketiga kalinya saya melepaskan panah, panah itu terbang menuju sasaran, namun menancap 2 cm dari sasaran, berhenti di pinggir target itu, itu tetap artinya "hamartia". Jadi disini tidak peduli kurang berapa meter, lebih berapa cm atau meleset hanya beberapa mm, itu semua dianggap sama. Hanya mereka yang betul-betul kena dengan sasaran asli, itu yang dianggap benar. Yang lain semua dianggap "hamartia". Dari kelima istilah, tiga dalam bahasa Ibrani, di PL dan dua dalam bahasa Yunani, kita melihat suatu gambaran yang jelas, manusia dicipta bukan untuk kebebasan yang tanpa arah, tetapi manusia dicipta dengan standard yang sudah ditetapkan! Tugas seumur hidup yang paling penting bagi Saudara ialah menemukan target yang Tuhan tetapkan bagi Saudara demi kemuliaan Allah. Kalau kita sudah tepat pada target yang Tuhan tetapkan bagi kita, barulah kita menjadi satu manusia yang tidak ada pelanggaran atau tidak ada keadaan jatuh dari standard asli, baru kita disebut orang benar, orang yang sesuai dengan kehendak Allah. Saya harap melalui pembinaan seperti ini, kita mengoreksi konsep-konsep yang tidak benar. Jika Saudara mengikuti kebaktian puluhan ribu kali atau ratusan kali di gereja setiap minggu, tetapi teologi Saudara tidak dibereskan, kalau iman Saudara tidak dibereskan oleh firman Alkitab sendiri, Saudara menjadi orang Kristen yang terus terjerumus di dalam konsep- konsep yang salah, maka segiat apapun tidak ada gunanya karena Saudara belum pernah menemukan target itu apa, belum pernah menemukan definisi yang benar itu apa. Pengertian-pengertian yang mengoreksi membuat kita mendapatkan suatu integrasi yang betul-betul lengkap dan mengerti Firman Tuhan dengan baik lalu membuat pelayanan kita menjadi baik. Dari "hatta", "avon", "pesha", "adikia", "hamartia" ini, arti istilah dosa dalam seluruh Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru begitu jelas bahwa kalau standard yang ditetapkan oleh Tuhan kita lepas atau kita kurangi atau belum kita capai disebut oleh Tuhan sebagai dosa. Seumur hidup saya harus bertanya, "Tuhan sudahkah saya mencapai standard yang telah Tuhan tetapkan bagi saya?" Kalau belum, saya masih banyak kekurangan yang dianggap dosa oleh Tuhan. Demikian juga dengan Saudara. Namun pada zaman ini, orang bukan saja tidak mau mencapai standard yang lebih tinggi, malahan minta diturunkan supaya cocok dengan pasaran sekarang. Kekristenan yang sedemikian tidak berpengharapan. Kekristenan akan dirusak, akan digerogoti. Pada saat saya berkata demikian, orang mengkritik, "Pendeta ini suka mengkritik, merasa hanya dia yang benar, yang lain tidak benar." Jika Saudara belum pernah tahu betul- betul apa itu "benar", Saudara tidak akan pernah sadar bahwa Saudara pasti tidak akan menemukan yang tidak sempurna itu sebagai yang tidak sempurna. Mungkin setelah saya meninggal baru orang mengerti apa yang sudah saya kerjakan semasa saya hidup, tapi sudah terlambat. Satu zaman ini akan digerogoti oleh pengertian-pengertian tidak sempurna, tidak tepat, sehingga kekristenan akan dirusakkan oleh mereka yang disebut pemimpin-pemimpin gereja. Kapan iman Kristen akan diluruskan kembali? Kapankah kita bertobat dan setia kepada firman Tuhan, dimana seluruh dunia akan lenyap tetapi firman Tuhan tetap untuk selama-lamanya? Hari ini kita boleh melihat orang tidak senang terhadap pembahasan semacam ini, tetapi saya berkata, "Suatu hari gereja yang tidak selalu setia kepada firman Tuhan harus diadili terlebih dahulu. Dan pada saat itu sudah terlambat" Allah tidak mengadili berdasarkan seberapa banyak pendengar Saudara atau seberapa pandainya Saudara. Tidak! Allah akan bertanya, "Apa yang Saudara ajarkan?" Saudara yang menjadi guru Sekolah Minggu, jangan kira Saudara masuk kelas untuk menipu anak-anak agar mereka diam dan tidak bermain di kelas, itu bukan guru Sekolah Minggu; jangan kira Saudara menjadi majelis dapat bergaya dengan memakai dasi di hari Minggu seperti malaikat bersayap dua. Jangan kira Saudara sudah lulus dari sekolah teologi, Saudara dapat berkotbah, lalu Saudara merasa begitu penting, begitu hebat berdiri di atas mimbar. Setiap kalimat yang tidak beres, harus Saudara pertanggungjawabkan di hadapan Tuhan. Setiap ajaran yang Saudara tidak pertanggungjawabkan sungguh-sungguh akan merusak orang lain dan pada akhirnya gereja akan dirugikan, iman Kristen akan diubah oleh pengertian yang tidak benar. Saudara harus berdiri untuk dihukum oleh Tuhan. Dengan sikap seperti inilah akhirnya saya dengan gentar melayani Tuhan dan terus-menerus mendidik dan berkata kepada murid-murid saya, "Hati-hati, berkotbahlah sesuai dengan firman Tuhan saja, bukan semau sendiri. Jangan mengganti firman Tuhan dengan ilmu pendidikan! Jangan mengganti firman Tuhan dengan ilmu jiwa! Jangan mengganti firman Tuhan dengan cara-cara dunia yang anthroposentris! firman Tuhan adalah firman Tuhan!"
Read more

Damai Sejahtera

Latar Belakang Dunia yang resah ini dipenuhi oleh manusia yang merindukan damai sejahtera. Jutaan buku "Damai dengan Allah" karangan Billy Graham telah terjual dalam banyak bahasa, suatu tanda kerinduan tadi. Dalam bahasa Indonesia kebiasaan memberi "salam" menunjuk pada pentingnya damai. Tetapi hanya jika Yesus Kristus memiliki hati-hati kita, baru kita dapat mengalami damai sejati. Dalam bagian ini, hanya dua aspek topik ini yang akan kita bahas. Damai dengan Allah: Damai dengan Allah datang: pada kita dalam bentuk keampunan dosa melalui kebaikan dan penderitaan Juruselamat kita. Damai dengan Allah berarti berhentinya permusuhan. Ketika seseorang mengakui kesombongan dosanya, mengakui kegagalannya dan menaklukkan diri kepada Allah, permusuhan kita dengan Allah selesai. "Sebab, itu yang dibenarkan karena iman, kita hidup dalam damai sejahtera dengan Allah oleh karena Tuhan kita, Yesus Kristus." (Rom 5:1). Damai dengan Allah berarti pemulihan hubungan dengan-Nya. Kita tak lagi jauh terasing dari-Nya. "Juga kamu yang dahulu hidup jauh dari Allah dan yang memusuhinya dalam hati dan pikiran seperti yang nyata dari perbuatanmu yang jahat, sekarang diperdamaikan-Nya, di dalam tubuh jasmani Kristus oleh kematian-Nya untuk menempatkan kamu kudus dan tak bercela dan tak bercacat di hadapan-Nya." (Kol 1:21,22). "Sebab Allah mendamaikan dunia dengan diri-Nya oleh Kristus dengan tidak memperhitungkan pelanggaran mereka. Ia telah mempercayakan berita pendamaian itu kepada kami." (2Kor 5:19). "Semoga Allah, sumber pengharapan, memenuhi kamu dengan segala sukacita dan damai sejahtera dalam iman kamu, supaya oleh kekuatan Roh Kudus kamu berlimpah-limpah dalam pengharapan." (Rom 15:13). Damai dari Allah: Damai dari Allah adalah warisan yang diterima Kristen beriman sementara kita hidup taat pada kehendak-Nya untuk kehidupan kita. Banyak orang Kristen memiliki damai dengan Allah tetapi tidak berkembang mengalami damai Allah dalam kehidupan mereka. Hidup mereka tercabik oleh banyak kekuatiran dan ketakutan yang menghancurkan kemantapan rohani dan kesukaan di dalam Tuhan. Damai adalah pemberian Allah dan hak warisan semua orang beriman, tetapi terlalu banyak yang tidak menikmatinya. Damai dari Allah mengalir dari persekutuan penuh tanpa rintangan, dengan Dia yang adalah damai sejahtera kita. Inilah resep sederhana dari Firman Allah untuk mengalami damai dari Allah. Mazmur 37:1-5 berkata: Jangan marah atau iri (Mazmur 37:1) Percayalah akan Tuhan (Mazmur 37:3) Gembirakan hidup anda dalam Tuhan (Mazmur 37:4) Filipi 4:6,7 mengajarkan kita: Jangan kuatir tentang apa pun (Filipi 4:6) Nyatakan segala sesuatu dalam doa (Filipi 4:6) Bersyukurlah atas segala sesuatu (Filipi 4:6) Maka "Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus." (Fili 4:7). Latar Belakang Ayat Alkitab Strategi Bimbingan Untuk yang bukan Kristen: Jelaskan "Damai dengan Allah" , . Desak dia untuk sungguh-sungguh menerima Kristus, menggali Firman-Nya dengan membaca dan mempelajarinya setiap hari dan tawarkan buku Hidup dalam Kristus kepadanya. Nasihatkan dia untuk melibatkan diri dalam persekutuan, ibadah, PA dan doa di suatu gereja yang mementingkan Firman Tuhan. Berdoalah dengannya meminta damai Allah teralami olehnya secara kelimpahan Untuk yang Kristen: Dengan lembut, selidikilah dosa-dosa dalam hidupnya, kekuatiran atau masalah emosional yang sedang mengganjalnya. Lalu: Anjurkan orang tersebut untuk mengakui dosa yang disadari, kekuatiran, rasa jengkel, marah atau benci yang mungkin merintangi damai Allah menjelma dalam kehidupannya. Bagikan pokok-pokok pikiran tentang Damai dari Allah dalam bagian Latar Belakang. Anjurkan dia untuk membiasakan diri dengan waktu ibadah pribadi sebagai suatu cara untuk "bergembira dalam Tuhan" dan mengalami damai-Nya. Dia harus: Membaca dan mempelajari Firman tiap hari. Tawarkan Hidup dalam Kristus . Nyatakan segala hal dalam doa dan percayai Allah yang akan bekerja menurut Roma 8:28. Tiap hari, serahkan hidup ke dalam tangan Allah dalam semangat Nasihati dia untuk melibatkan diri dalam persekutuan, ibadah, doa, PA dan pelayanan di suatu gereja yang mementingkan Firman Tuhan. Berdoalah meminta damai, kemenangan dan sukacita dari Allah, bersamanya. Ayat Alkitab Yohanes 14:27 Yesaya 26:3 Yohanes 16:33 Roma 8:6 Mazmur 34:15
Read more

Mengucap Syukur

Orang Kristen sejati adalah orang yang menyadari keberadaannya di hadapan Penciptanya. Karena ia sadar akan ketidaklayakannya, ia menyadari bahwa hidupnya harus senantiasa diisi dengan ungkapan syukur. Ia akan bersyukur saat kebahagiaan ia peroleh. Ia pun akan bersyukur di kala berbagai permasalahan mendera hidupnya. Mengucap syukur dalam segala hal mungkin menjadi suatu nilai ideal yang hendak dicapai setiap orang percaya. Tak jarang seorang Kristen tetap mengeluh di tengah masalah yang melilitnya. Sebaliknya, tak jarang pula ia melupakan Tuhannya bila ia tidak sedang menghadapi masalah. Mereka tahu kalau mereka harus bersyukur dalam segala hal. Kenyataannya, mereka tidak melakukannya. Lalu, apakah yang menyebabkan banyak orang Kristen seolah-olah lupa untuk menaikkan ucapan syukur mereka? Mengapa mereka terlihat sulit untuk melakukannya? Salah satu alasan mengapa hal demikian terjadi adalah karena sebagian orang Kristen tidak memahami makna ucapan syukur yang sebenarnya. Pemahaman terhadap makna ucapan syukur merupakan hal yang penting bagi setiap orang percaya. Oleh karena itu, berikut ini dikemukakan beberapa poin mengenai makna ucapan syukur. Ucapan syukur merupakan respon manusia terhadap keselamatan yang dianugerahkan di dalam Yesus Kristus (1Kor. 15:57; Ibr. 12:28). Tidak ada konsep keselamatan seagung keselamatan yang dinyatakan di dalam Alkitab. Melalui pengorbanan Kristus di kayu salib, setiap orang yang menerima-Nya sebagai Tuhan dan Juruselamat mendapat pengampunan dan beroleh kehidupan yang kekal. Pengorbanan Kristus merupakan pengorbanan teragung yang pernah terjadi di sepanjang sejarah umat manusia dan tidak ada yang dapat menandinginya. Inilah yang mendasari ucapan syukur setiap orang percaya. Dengan demikian, setiap orang Kristen sejati harus bersyukur kepada Tuhan karena penebusan di dalam Yesus Kristus. Ucapan syukur merupakan respon manusia terhadap segala anugerah Tuhan (Yes. 25:1; 2Kor. 9:15; Ef. 5:20). Banyak manusia merasa bahwa ia memiliki hak untuk hidup di dunia ini. Ia merasa berhak atas segala sesuatu yang diperolehnya. Padahal, tidak sedikit pun ia berhak atas keberadaannya di dunia. Bukankah karena kehendak Allah sematalah manusia diciptakan dan dapat hidup serta menikmati bumi dan segala isinya ini? Dapatkah manusia merasa berhak untuk memiliki eksistensinya di dunia? Oleh karena itu, sudah sepatutnya ia bersyukur, pertama-tama karena ia boleh menikmati kehidupan ini. Poin kedua ini juga menunjukkan aspek lain dari anugerah tersebut. Pengucapan syukur orang percaya adalah pengucapan syukur yang tidak hanya didasarkan atas segala kebaikan maupun kebahagiaan yang boleh dirasakannya. Tetapi, pengucapan syukur orang percaya adalah juga pengucapan syukur yang didasarkan pada segala permasalahan hidup yang harus dihadapi. Roma 8:28 dengan jelas menyebutkan bahwa "Allah bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan". Bukankah di dalam iman seharusnya orang percaya melihat segala sesuatunya dalam kerangka anugerah? Bukankah segala pergumulan dan permasalahan hidup karenanya harus ada demi mengasah iman dan percaya kita kepada-Nya? Karena itu, pengucapan syukur orang percaya adalah pengucapan syukur terhadap anugerah hidup, baik dalam kebahagiaan maupun dalam pergumulan. Ucapan syukur merupakan respon manusia terhadap pertumbuhan iman orang-orang percaya (Rom. 1:8; Ef. 1:16; Fil. 1:3-5; 1Tes. 2:11-13). Dalam beberapa suratnya, Paulus menyatakan syukur kepada Allah karena pertumbuhan iman saudara-saudara di berbagai jemaat. Dalam Roma 1:8, ia malah berkata bahwa berita mengenai iman orang-orang percaya di Roma telah tersebar luas. Hal ini berarti bahwa kesaksian jemaat di Roma telah menjadi kesaksian yang hidup. Sebagai orang percaya kita patut mendukung pelayanan, baik di Indonesia, maupun di seluruh dunia. Dukungan itu dapat kita lakukan melalui berbagai cara termasuk melalui doa. Tujuannya jelas, agar seluruh dunia mengenal Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat sejati. Pemberitaan Injil merupakan tugas yang penuh tantangan. Tak jarang seorang penginjil harus berhadapan dengan penolakan dari penduduk setempat, bahkan kematian. Oleh karena itu, saat pemberitaan tersebut membuahkan hasil, kita patut bersyukur karena hal itu menunjukkan bahwa Allah masih menganugerahkan keselamatan bagi suatu suku bangsa. Ucapan syukur kita tidak hanya harus ditujukan kepada mereka yang jauh dari kita. Kita juga patut bersyukur bila iman percaya orang-orang di sekitar kita bertumbuh dengan baik. Lewat pertumbuhan demikian, persekutuan kita semakin diteguhkan dan kita dapat saling menguatkan dan mendukung. Hal ini merupakan anugerah yang begitu indah yang Allah berikan bagi orang-orang percaya. Ucapan syukur merupakan respon manusia dalam menaati kehendak Allah bagi hidup setiap orang percaya (Maz. 50:14; 1Tes. 5:18; 2Tes. 1:3). Mengapa saya ada di dunia ini? Untuk apa saya ada di dunia ini? Apa yang harus saya lakukan dalam hidup saya? Ini adalah pertanyaan mendasar yang perlu dipikirkan oleh setiap orang mengenai eksistensinya. Tanpa menyadari alasan keberadaannya di dunia, manusia tidak memiliki suatu tujuan final dalam hidupnya. Bila dikaitkan dengan hidup orang percaya, pertanyaan-pertanyaan tersebut menjadi, "mengapa Allah menempatkan saya di dunia ini?", "mengapa saya harus ada?", dan "apa yang harus saya kerjakan?" Pertanyaan demikian menjadi sangat penting bagi setiap orang yang mengaku Kristen. Keseluruhan Alkitab menunjukkan maksud dan rencana Allah yang begitu mulia sehingga Ia menciptakan manusia. Allah memiliki alasan tersendiri mengenai keberadaan kita. Keberadaan kita di dunia ini bukan karena kita berhak ada di dunia, namun karena Allah menginginkan keberadaan kita di dunia ini. Dan Alkitab juga menyebutkan bahwa Allah menciptakan kita untuk melayani Dia. Karena Allahlah yang memberikan kehidupan kepada kita, tidak ada alasan bagi manusia untuk tidak tunduk kepada-Nya. Tidak ada alasan bagi manusia untuk tidak mematuhi segala kehendak-Nya. Juga tidak ada alasan bagi manusia untuk menolak keberadaan-Nya sampai menyatakan bahwa Allah itu tidak ada. Karena manusia memiliki ketergantungan kepada Allah, sudah sewajarnya manusia mengucap syukur atas segala sesuatu yang Ia kehendaki. Alkitab merupakan sumber yang tidak akan pernah habis untuk digali. Ada begitu banyak rahasia kehendak Allah yang harus kita gali di dalamnya. Demikian halnya dengan pengucapan syukur. Bila kita menyelidiki Alkitab secara lebih teliti, kita akan melihat sejumlah hal besar lainnya mengenai pengucapan syukur. Tujuan akhir dari penyelidikan ini tentunya menyenangkan hati Tuhan yang telah menganugerahkan segala sesuatunya bagi kita. Meski demikian, ada satu hal yang perlu kita perhatikan. Belakangan ini, kelompok-kelompok tertentu, sadar atau tidak, telah menambahkan makna yang baru bagi pengucapan syukur ini, khususnya terkait dengan pengucapan syukur berupa persembahan materi. Mereka memaknainya sebagai tindakan untuk "membeli" berkat Allah. Mereka berharap dengan memberi sebanyak-banyaknya, mereka akan mendapat berkat yang juga berlimpah. Secara tidak sadar mereka seakan berusaha menyuap Allah agar memberi berkat lebih kepada mereka. Masalah ucapan syukur memang terkait dengan motivasi. Bila motivasi kita benar, persembahan kita pun menjadi benar. Sebaliknya, bila motivasi kita tidak benar, persembahan syukur kita pun menjadi persembahan yang tidak benar. Oleh karena itu, kita tidak hanya harus memahami makna pengucapan syukur, namun juga perlu memeriksa motivasi kita sebelum menyatakan pengucapan syukur kepada Allah.
Read more

Kiat Menghapi Remaja

Masa remaja bagi remaja itu sendiri bisa jadi merupakan suatu kondisi yang menyenangkan. Ya, masa remaja memang merupakan masa mencari jati diri. Remaja yang idolanya Michael Jackson, di sekeliling kamarnya tentu akan dipenuhi dengan gambar Michael Jackson. Gerakan-gerakan tubuhnya meniru Michael Jackson. Kaset ataupun CD lagu-lagu Michael Jackson bertumpuk di lemari. Namun tidak sedikit masa remaja justru mendatangkan kecemasan dan kekuatiran bagi orang tua. Contoh Kami pernah dititipi anak remaja laki-laki kelas dua SLTP. Satu kali penulis bertanya, "Kamu bisa mencuci sepatu?". "Di rumah juga suka disuruh Papa mencuci sepatu," jawabnya pendek. Lalu penulis menyuruh mencuci sepatu sekolahnya. Penulis memperhatikan dan ternyata ia tidak dapat mencuci sepatu. Lalu untuk memberi contoh, penulis meminta anaknya memeragakan contoh bagaimana seharusnya mencuci sepatu. Benar bahwa anak remaja tersebut suka disuruh ayahnya mencuci sepatu, namun tidak pernah diberi contoh bagaimana cara mencuci sepatu yang benar. Anak remaja ini bukan hanya tidak mengerti mencuci sepatu, ia pun tidak mengerti bagaimana mencuci pakaian agar bersih. Beberapa kali diberi contoh, barulah ia dapat mencuci dengan benar pakaiannya sendiri. Beberapa kali penulis memberitahu dan menegur anak ini sebab ada kecenderungan bersikeras melakukan sesuatu yang diyakininya benar namun akhirnya melakukan kesalahan yang sama. Setelah diperhatikan sekian lama penulis berkesimpulan bahwa anak ini tidak dapat diberi nasihat, tidak dilatih memperhatikan apa yang diberitahukan kepadanya. Penulis yakin di sekolah pun ada kecenderungan melakukan segala sesuatu sekehendak hatinya bukan berlaku sebagaimana diharapkan gurunya. Kebanyakan anak-anak tidak cukup hanya diberi tugas untuk dikerjakan, tetapi memerlukan contoh untuk dilihat berkali-kali. Alergi Kami juga pernah dititipi saudara perempuan yang masih duduk di kelas satu SMU. Ia sering mengalami sakit kepala dan masuk angin. Istri saya mengetahui bahwa di rumahnya ia biasa mandi pagi dan keramas dengan air dingin. Oleh sebab itu istri penulis menasihatkan agar ia bangun lebih awal, melakukan saat teduh sambil masak air untuk mandi. Di samping itu istri penulis juga menyarankan agar minta perlindungan Tuhan Yesus sehingga tidak lagi masuk angin atau sakit kepala. Benar saja, sejak ia mengikuti nasihat istri penulis, ia tidak pernah lagi mengalami sakit kepala atau masuk angin. Hal lain yang juga bermasalah pada anak ini adalah bila tangannya kena deterjen atau sabun krim, akan muncul semacam penyakit kulit pada tangannya. Istri penulis kembali mendorong anak ini untuk meminta pertolongan Tuhan Yesus agar disembuhkan dari alergi terhadap deterjen maupun sabun krim. Istri penulis menyarankan agar deterjen atau sabun krim dicairkan dengan air panas terlebih dahulu sebelum digunakan merendam pakaiannya. Selama tinggal bersama kami ia tidak pernah mengeluh sakit tangan karena pengaruh deterjen. Anak tidak dapat dipersalahkan karena mengalami sesuatu yang nampak kurang wajar, tetapi harus dicari penyebabnya dan diberitahu solusinya. Rumah Hanya Untuk Tidur Seorang anak remaja laki-laki liburan sekolah dan tinggal sebulan bersama kami. Dari percakapan yang terbuka beberapa kali diketahui bahwa ia tidak suka tinggal di rumah. Selepas jam sekolah ia memang segera pulang dan ganti pakaian, karena ayahnya mendisiplin tidak boleh bermain dengan memakai seragam sekolah. Setelah ganti pakaian, ia segera pergi menjumpai teman-temannya. Ia baru kembali ke rumah menjelang tidur malam. Ia mengaku bahwa rumah hanyalah tempat untuk tidur malam. Waktu di luar sekolah dihabiskannya bersama teman- temannya. Asyik ngobrol dengan teman-teman sebaya. Orang tua perlu mencari tahu penyebab remaja berperilaku demikian. Cermati bagaimana sikap dan perilaku setiap anggota keluarga. Adakah tempat bagi remaja di dalam keluarga? Dari percakapan dengan remaja tersebut muncul pengakuan bahwa ada beberapa hal yang membuat dia tidak betah berada di rumah yakni suasana rumah yang tidak nyaman. Ibu kerapkali bertengkar dengan ayah. Meskipun apa yang dikatakan ayah benar, tetapi ibu tetap bersikeras tidak mau kalah. Komunikasi dengan ibu terasa tidak enak, sebab setiap kali berbicara dengannya akan menimbulkan rasa kesal. Di rumah juga ia tidak punya teman, sebab perbedaan usia dengan adiknya cukup jauh yakni enam tahun, sedangkan kakaknya kuliah di kota lain dan jarang pulang ke rumah. Oleh sebab itu di rumah tidak ada teman yang enak untuk diajak ngobrol. Dicari Penyebabnya Banyak masalah remaja yang akhirnya mendatangkan masalah bukan hanya bagi remaja itu sendiri, melainkan juga orang tua. Masalah yang dihadapi dan ditimbulkan remaja tidak semata-mata harus dipandang sebagai beban dan tanggungjawab remaja itu sendiri. Masalah remaja harus dicermati dengan benar. Penyebab yang sesungguhnya perlu diketahui untuk mencari jalan keluar dari masalah. Remaja perlu dimengerti dan diberi pengertian. Masa remaja adalah satu masa di mana mereka sedang mencari identitas. Jika mereka tidak menemukan identitas yang terasa sesuai dari ayah atau ibu, mereka tidak sukar mencari tokoh idola di luar rumah. Bisa dari dunia musik, buku, atau televisi. Bahkan ada remaja yang mengidolakan orang pengangguran yang pada pagi hari duduk santai di pinggir jalan sambil mengisap rokok. Mereka membayangkan hidup seperti itu sangat mengasyikkan. Oleh sebab itu mereka kemudian meniru gaya hidup seperti itu. Kurang komunikasi atau komunikasi yang buruk di dalam keluarga juga mengakibatkan remaja merasa tidak mempunyai tempat di dalam keluarga. Oleh sebab itu ia akan betah berjam-jam bersama komunitas remaja atau sesama teman sekolah. Berbicara dengan teman sebaya terasa tidak ada beban. Yang sulit bahwa orang tua tidak dapat memantau apa kegiatan remaja bersama teman-temannya. Apakah mereka tidak mencoba-coba merokok, minum-minuman keras, mencicipi ganja atau melihat film biru? Penulis mendapat informasi, ada kalanya sesama remaja pergi menginap di tempat wisata, untuk mendapat kesempatan mencicipi bagaimana rasanya fly dengan cara minum air rebusan jamur kotoran sapi. Kami biasa mengundang teman-teman anak kami untuk belajar bersama di rumah. Kami lebih suka menyediakan makanan untuk mereka dan sekaligus memantau daripada membiarkan anak kami yang keluar rumah. Ketika ada kesempatan, biasanya istri penulis masuk ke kumpulan mereka dan memberikan masukan mengenai pergaulan hidup dan masa depan, dan bahwa mereka harus tekun berjuang membangun masa depan. Pertumbuhan Iman Yang tidak kalah penting untuk diperhatikan adalah pertumbuhan iman remaja. Apa yang sudah ditanamkan pada waktu balita dan anak-anak akan nampak di dalam kehidupan remaja, tidak terkecuali masalah iman. Adakah remaja sudah biasa taat kepada orang tua? Atau justru sebaliknya, ia berkembang menjadi pembangkang atau pemberontak. Tidak sedikit remaja yang beranggapan bahwa orang tua mereka dianggap kuno dan tidak mengenal perkembangan zaman. Kemudian hal itu mereka jadikan alasan untuk tidak taat kepada orang tua termasuk di dalamnya masalah iman. Remaja masih memerlukan bukan hanya informasi tetapi juga peletakkan kembali dasar kehidupan imannya. Jika remaja tidak dapat taat kepada orang tua yang secara lahiriah kelihatan, bagaimana mungkin mereka dapat taat kepada Tuhan Yesus yang tidak kelihatan secara fisik? Jika mereka tidak tunduk kepada orang tua, bagaimana mereka dapat tunduk kepada otoritas guru di sekolah? Allah adalah kekuasaan. Orang tua, guru itulah wakil kekuasaan. Remaja tidak dapat merujuk langsung taat kepada Allah tanpa terlebih dahulu taat kepada orang tua atau guru. Tidak taat kepada wakil kekuasaan adalah pembangkangan dan pemberontakan terhadap kekuasaan Allah sendiri. Tidak ada orang tua maupun remaja yang hidup dalam pemberontakan mempunyai damai. Hidup dalam pemberontakan membuat orang berada dalam keadaan gelisah, tidak tenteram dan ketidakpastian. Remaja memerlukan informasi akurat dan penjelasan yang memadai sehingga ia benar-benar memahami masalah yang dihadapinya dan dapat bertindak dengan benar. Hal ini menuntut kasih dan kesabaran orang tua serta doa mereka. Orang tua dituntut untuk belajar memahami, mendalami pertumbuhan dan perkembangan remaja. Dengan demikian orang tua memperlengkapi diri untuk membimbing remaja mengatasi masalah yang dihadapinya. Anak remaja juga memerlukan siraman berupa teladan dan bimbingan iman yang benar disertai doa yang tulus dari orang tua. Janganlah orang tua berpikir bahwa apa yang telah diberikan kepada anak remajanya dianggap cukup. Hidup itu berkembang. Jika orang tua lalai memberikan teladan dan bimbingan, maka remaja akan meraihnya melalui banyak cara. Masa remaja adalah masa yang menentukan pertumbuhan dan perkembangan kelak ketika mereka dewasa. Oleh sebab itu sudah sewajarnya orang tua memberikan perhatian serius kepada anak remaja. Sediakan dan gunakan waktu berbincang-bincang dengan remaja sebagai cara untuk mendapatkan apa yang ada dalam hati dan kehidupan anak remaja. Dengan demikian orang tua menggenapi firman Tuhan, "Didiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya, maka pada masa tuanyapun ia tidak akan menyimpang dari jalan itu" (Ams. 22:6).
Read more

Prinsip Ekonomi Keluarga

Salah satu penyebab perceraian adalah masalah ekonomi. Ada beberapa prinsip pengelolaan keuangan dalam keluarga yang terambil dari Amsal 30:24-28. Salah satu penyebab perceraian adalah masalah ekonomi. Gara-gara keuangan, kita akhirnya bersitegang dan relasi suami-istri pun terganggu. Berikut ini akan dipaparkan beberapa prinsip pengelolaan keuangan dalam keluarga. Prinsip ini terambil dari Amsal 30:24-28. Ada empat binatang yang terkecil di bumi tetapi yang sangat cekatan: Kondisi ekonomi kita mungkin saja terbatas alias kecil, tetapi ini tidak berarti kita harus hidup dalam kekurangan. Yang diperlukan adalah kecekatan: cepat, tepat dan produktif. Semut bangsa yang tidak kuat tetapi menyediakan makanannya di musim panas: Keluarga mesti menyimpan uang-sekecil apa pun! Ada dua alasan mengapa kita perlu menabung: (a) kebutuhan tak terduga bisa datang secara tiba-tiba dan (b) menabung melatih kita untuk berdisiplin diri. Keluarga yang menabung adalah keluarga yang memikirkan dan mempersiapkan hari depan. Pelanduk bangsa yang lemah tetapi membuat rumahnya di bukit batu: Keluarga mesti mengutamakan faktor keamanan di atas faktor risiko. Jangan tergiur oleh keuntungan besar; ingatlah bahwa keputusan yang salah akan mempengaruhi kesejahteraan hidup sekeluarga. Pelanduk menjauh dari bahaya dengan membuat rumahnya di bukit batu. Kita pun harus menjauh dari bahaya kebangkrutan dengan cara bersikap hati-hati dan tidak gegabah dalam hal pengeluaran uang. Belalang yang tidak mempunyai raja namun semuanya berbaris dengan teratur: Kebanyakan masalah keuangan bersumber dari gaya hidup yang tidak teratur dan tidak berdisiplin, bukan karena kekurangan penghasilan. Jadi, hiduplah dengan pengendalian diri; jangan turuti semua keinginan hati. Cicak yang dapat kautangkap dengan tangan tetapi yang juga ada di istana-istana raja: Usaha selalu mendahului hasil; jadi, jangan batasi diri, kerjakanlah apa yang Tuhan hadirkan di dalam hidup kita. Cicak tidak pernah berhenti menjejakkan kakinya di dinding rumah; selama masih ada dinding, ia akan selalu menelusurinya. Bukankah peluang justru terbuka tatkala kita tengah mengerjakan sesuatu, bukan tatkala kita melamun dan berpangku tangan? Siapa memberi kepada orang miskin tak akan berkekurangan (Amsal 28:27): Jangan sampai berhenti memberi persembahan kepada Tuhan apa pun kondisi keuangan kita. Tuhan ingin melihat iman pada diri kita; Ia ingin kita mempercayai-Nya. Memberi merupakan wujud nyata iman yakni Ia akan dan sanggup mencukupi meski sekarang tampaknya berkekurangan. Memberi juga merupakan wujud kasih dan kepedulian kepada orang lain. Inilah yang Tuhan cari dan hargai dari anak-anak-Nya.
Read more

Anak dan Internet

"Bangsa yang menguasai teknologi akan memimpin dunia." Mungkin ungkapan ini sudah terasa usang di telinga kita. Terlalu banyak tokoh menyerukan ungkapan seperti ini. Perdana Menteri Jepang misalnya, saat menerima kekalahan dalam Perang Dunia II, ia pun memotivasi rakyatnya untuk mempelajari teknologi sedalam mungkin agar dapat bangkit kembali dari kekalahan. Bill Gates, pemimpin Microsoft yang sekaligus menjadi orang terkaya di dunia, bahkan membuktikan secara personal bahwa teknologi dapat menguasai dunia. Sekarang ini, siapa pengguna Personal Computer (PC) yang tidak mengenal program Windows, Word, atau Excel? Kemudian pemimpin Oracle, Lawrence Elisson, juga pernah mengingatkan pentingnya teknologi bagi kemajuan umat manusia. Bahkan, tokoh yang pernah dinobatkan sebagai orang terkaya nomor dua di dunia ini menambahkan bahwa peran itu harus dimulai sejak anak-anak karena merekalah yang nantinya akan menjadi penerus generasi yang ada sekarang. Oleh karena itu, pengenalan mengenai internet adalah satu awal yang sangat baik. Internet memang merupakan satu bentuk perkembangan teknologi yang sedang berkembang pesat saat ini. Banyak hal positif yang bisa dilakukan dengan internet. Informasi yang tak terbatas, fasilitas e-mail yang dapat menggantikan posisi surat konvensional sebagai media komunikasi tertulis, merupakan beberapa contoh positif dari perkembangan internet. Namun, tentu saja tidak tertutup kemungkinan adanya hal-hal negatif yang mengiringinya, seperti pornografi, penipuan kartu kredit, dan beberapa contoh lain seperti yang sering diangkat di media lainnya. Pengajaran internet untuk anak-anak sebenarnya sudah mulai dipikirkan sejak beberapa tahun lalu. Waktu itu, beberapa tempat kursus komputer di Jakarta sudah mulai membuka program "Internet for Kids". Sayangnya, masih ada beberapa pihak yang menilai bahwa hal itu terlalu berlebihan. Untuk apa anak usia enam tahun, dengan penguasaan bahasa Inggris nol, mempelajari internet yang petunjuknya sebagian besar memakai bahasa Inggris? Untuk apa mengajarkan teknologi kepada anak-anak sementara orang dewasa pun masih jarang menggunakannya? Dan untuk apa mengajarkan anak-anak sebuah pengetahuan yang dapat menyimpang ke hal-hal berbau pornografi? Semua opini bisa saja diungkapkan. Tapi bila boleh menengok ke belakang, saat bangsa Jepang kalah pada Perang Dunia II, mereka secara massal menerjemahkan buku ilmu pengetahuan dari Jerman. Saat itu hanya segelintir orang saja yang menguasai bahasa Jerman. Namun, hal tersebut tidak menghambat mereka untuk tetap menerjemahkan buku-buku tersebut untuk kemudian menyebarluaskannya untuk dipelajari. Akhirnya satu demi satu, industri berbasis teknologi muncul. Saat ini mereka sudah menjadi sebuah bangsa yang besar dengan industri teknologi yang canggih. Mengajarkan internet untuk anak-anak usia enam sampai dua belas tahun bukanlah suatu hal yang terlalu dini. Materi internet untuk anak dalam segala usia telah tersedia lengkap. Internet bukanlah sebuah teknologi yang rumit. Saat ini perkembangan teknologi sangat cepat. Arus informasi harus ditanggapi dengan cepat pula. Pilihannya: Ingin mengikuti perkembangan zaman atau menjadi pihak yang terbelakang dalam memeroleh informasi. Ketakutan akan pornografi pun sebenarnya merupakan ketakutan semu. Dengan mengajarkan internet secara benar pada anak, misalnya dengan membiasakan anak mencari informasi melalui internet atau membiasakan anak memanfaatkan e-mail sebagai media komunikasi, sedikit banyak dapat menumbuhkan satu hal baru yang positif di otak mereka. Jangan biarkan anak terlebih dahulu mengetahui teknologi ini dari pihak yang kurang tepat. Kalau Anda mencintainya, bimbinglah anak Anda untuk mengenalnya sejak dini. Jadi sebenarnya, ketakutan untuk mengajarkan internet pada anak adalah sesuatu yang tidak perlu terjadi. PENTINGNYA INTERNET BAGI ANAK Tanpa terasa, masa pengenalan internet telah berlalu. Internet tidak lagi asing bagi kita. Kini internet telah menjadi suatu kebutuhan tersendiri karena banyaknya manfaat dan fasilitas yang dapat diambil darinya. Salah satunya adalah fasilitas e-mail, yang kini telah menduduki peran yang signifikan dalam komunikasi baik secara personal maupun secara instansi dan lembaga. E-Commerce pun telah menjadi alternatif lain dari dunia bisnis. Sejalan dengan perkembangan tersebut, terkadang masih ada beberapa hal yang mungkin lepas dari perhatian kita. Karena begitu mudahnya informasi didapat oleh siapa saja yang dapat mengakses internet. Maka anak-anak pun, tanpa bimbingan dan pengarahan yang tepat, pasti akan terimbas oleh dampak negatifnya. Menurut Dr. Howard Gardner dari Harvard University, Amerika Serikat, pada diri seorang anak biasanya terdapat tujuh kemampuan (intelegensi). Tujuh intelegensi itu meliputi: Kemampuan dasar seseorang, yaitu bahasa atau linguistik; Kemampuan logika yang mencakup rasionalitas, mengurutkan kejadian atau menarik hubungan antara simbol yang satu dengan lainnya; Kemampuan visual, yaitu kemampuan berpikir berdasarkan gambar, ruang, atau bentuk; Kemampuan musikal atau ritme; Kemampuan mengendalikan atau meningkatkan fisiknya; Kemampuan interpersonal, yaitu kemampuan berhubungan dengan orang lain; dan Kemampuan intrapersonal, yaitu kemampuan untuk kewaspadaan diri. Dengan mengacu pada ketujuh kemampuan tersebut, teknologi internet yang diajarkan dengan tepat dan benar akan dapat meningkatkan minimal empat kemampuan. Tak heran bila beberapa sekolah dasar swasta terkemuka di Indonesia sekarang ini mulai memasukkan pelajaran komputer sebagai pelajaran wajib. Bahkan beberapa di antaranya sudah mulai mengajarkan internet kepada siswa kelas 3 SD. Di sekolah tersebut, anak dipandu untuk mempelajari internet. Mereka memiliki pembimbing yang menunjukkan berbagai hal positif dari internet. Anak yang tidak diberi pengertian dan pelajaran mengenai internet, kebanyakan akan mendapatkannya dari teman-teman sebayanya. Bila demikian, maka tidak jarang hal-hal negatif yang terlebih dahulu terekam dalam otaknya. Tentu hal ini tidak diharapkan akan terjadi. Kebanyakan anak memiliki keingintahuan yang besar. Mereka antusias dan siap mencoba segala hal baru. Sementara itu, teman-teman mereka juga akan dengan bangga menunjukkan apa yang diketahuinya, terutama hal-hal yang belum pernah mereka lakukan sebelumnya, termasuk hal-hal yang negatif. Untuk masa sekarang, keharusan menyediakan fasilitas internet untuk semua sekolah tentu masih belum dapat dilakukan. Hal ini mengingat penyediaan komputer beserta modemnya masih membutuhkan anggaran yang besar. Untuk menyikapinya, sekolah yang belum bisa menyediakan fasilitas internet bisa mencoba untuk mendapatkannya melalui kerja sama dengan pihak ketiga seperti perusahaan penjual komputer dan lembaga kursus komputer. Namun, bila sekolah benar-benar tidak mampu menyediakan fasilitas tersebut, maka Anda sebagai orang tua wajib mewujudkannya. Ini tidak berarti bahwa Anda harus berlangganan internet untuk putra-putri Anda. Namun, Anda dapat mengajak anak-anak Anda ke warnet pada waktu-waktu tertentu dengan jadwal yang Anda atur sendiri. Bila Anda melakukannya dengan tepat, hal ini sudah cukup efektif untuk mengajarkan internet pada anak. INTERNET DALAM BAHASA ANAK-ANAK Internet di mata anak-anak merupakan sesuatu yang abstrak. Mereka belum memahami manfaat nyata internet bagi kehidupan mereka sehari-hari. Anda dapat menggunakan pendekatan yang sesuai dengan ketertarikan anak-anak, seperti tokoh idola, cerita kepahlawanan, atau pun permainan. Berbagai hal lain yang menarik perhatian anak juga dapat digunakan untuk memperkenalkan mereka dengan internet. Anak-anak akan lebih mudah menerima jika pembelajaran internet disampaikan dalam bentuk cerita. Orang tua dapat menceritakan bagaimana polisi memburu penjahat dengan memanfaatkan internet guna mendapatkan data dan informasi. Melalui internet, polisi dapat mencari nama, alamat, dan melihat foto terakhir sang penjahat sehingga pada akhirnya polisi dapat menangkap penjahat tersebut. Contoh lain, Anda dapat mengajak anak-anak untuk mencari berita tentang tokoh idola mereka. Dari internet mereka dapat mengoleksi foto-foto, berkirim surat, membaca informasi terbaru, atau bahkan mengobrol secara langsung dengan tokoh idola tersebut. Untuk mengembangkan wawasan anak, internet dapat diilustrasikan sebagai sebuah perpustakaan yang paling lengkap. Dengan internet, anak-anak dapat memilih buku cerita tentang pengetahuan alam, pengetahuan sosial, olah raga, atau kartun. Di sini, anak-anak dirangsang untuk mengeksplorasi internet sesuai keinginan dan kebutuhannya. Dengan begitu, anak akan dapat menarik kesimpulan sendiri tentang sarana yang bernama internet itu. Namun, kita juga harus ingat bahwa dunia anak adalah dunia bermain. Bermain merupakan metode yang dipakai seorang anak untuk belajar menjadi dewasa dan mandiri. Bermain juga berguna untuk melatih berbagai macam bakat dan keterampilan. Dengan demikian dalam membantu anak belajar, hendaknya kita tidak menggunakan cara-cara yang formal dan kaku. Sesuaikan pengajaran dengan umur anak dan jangan tergesa mengajarkan hal-hal yang rumit. Ketertarikan awal sangat penting bagi proses pengajaran selanjutnya. Bila perlu, tunjukkan kesenangan yang dapat diperoleh anak melalui internet. Misal, bila anak suka membaca, bawa mereka ke situs-situs yang menyediakan cerita-cerita anak. Bila anak senang bermain, internet juga menyediakan situs-situs yang berisi permainan (game). Dengan membuka situs-situs tersebut, maka anak-anak dapat belajar, bermain, dan bergembira. Dengan demikian secara tidak langsung, pengajaran internet pada anak sudah dilakukan. DEFINISI YANG TEPAT Sebelum mengajarkan internet kepada anak-anak, tentunya Anda sendiri juga harus tahu apa itu internet. Akan tetapi, tentu bukan definisi yang Anda peroleh dari kamuslah yang Anda berikan kepada anak-anak. Sebaliknya, Anda harus menggunakan kalimat yang sederhana agar mereka dapat mengerti. Salah satu pengajar mengungkapkan bahwa anak-anak sulit menerima penjelasan secara langsung. Definisi teknis sebaiknya jangan diberikan. Anda dapat menggunakan ilustrasi yang sudah dikenal dengan baik oleh anak-anak. Untuk anak-anak yang tinggal di kota besar, internet dapat diilustrasikan sebagai sebuah televisi dengan saluran (channel) yang tak terhingga. Hanya saja, berbeda dengan mengganti saluran-saluran di televisi yang dapat dilakukan hanya dengan memencet tombol. Di internet mereka harus terlebih dahulu mengetik alamat channel yang akan dituju. Misal, bila ingin mengunjungi saluran Unikids, anak harus terlebih dulu menulis "unikids.com". Ilustrasi seperti ini akan lebih mudah dicerna oleh anak. Jangan heran bila kemudian muncul pertanyaan-pertanyaan lanjutan dari anak. Beberapa contoh pertanyaan lanjutan yang sering terlontar misalnya, "Mengapa tidak ada filmnya?", "Mengapa tidak ada iklannya?", "Kok tidak ada suaranya?", dan lain-lain. Jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tersebut harus sesuai dengan ilustrasi yang dikemukakan. Anak mungkin akan bingung jika kita menggunakan ilustrasi yang berlainan. Saat memperkenalkan internet pada anak, kita tidak perlu memberikan teori terlebih dahulu. Mengingat daya ingat anak masih sangat terbatas, akan lebih baik bila pembelajaran langsung dilakukan dengan praktik, langsung dengan menghadap komputer bersama anak. Diambil dan disunting seperlunya dari: Judul buku : Internet for Kids Judul artikel : Anak dan Internet Penulis : Yudhi Herwibowo dan Toni Hendrono Penerbit : ANDI, Yogyakarta 2003 Halaman : 1 -- 5 Dipublikasikan di : e-BinaAnak, edisi 256 Alamat URL : http://www.sabda.org/publikasi/e-binaanak/256/
Read more

Mengapa Selingkuh

Suatu pernikahan jarang sekali berjalan mulus, selalu saja ada masalahnya. Dan perselingkuhan juga menjadi salah satu penyebab kenapa pernikahan tidak berjalan mulus. Sebenarnya kenapa perselingkuhan itu terjadi? Kita di sini akan membahas perselingkuhan dari tiga sisi, antara lain sisi psikologis, sisi moral dan sisi rohani. Sudah tentu ada sejumlah alasan mengapa orang berselingkuh. Pada umumnya pelaku selingkuh sendiri mengklaim bahwa alasan mengapa ia berselingkuh adalah dikarenakan hilangnya cinta terhadap pasangan. Pertanyaannya, apakah memang benar selalu demikian? Marilah kita melihat alasan yang kerap menjadi penyebab mendasar mengapa orang berselingkuh. 1. Bila dipandang dari sisi psikologis masalah selingkuh adalah masalah kurangnya penguasaan diri. Selingkuh diawali oleh ketertarikan, baik itu ketertarikan terhadap penampakan fisik ataupun ketertarikan terhadap kualitas atau karakter yang ditunjukkan seseorang. Selingkuh terjadi sewaktu kita tidak lagi dapat mengendalikan diri, dalam pengertian, kita terus maju menerobos rambu-rambu peringatan untuk memiliki orang yang terhadapnya kita tertarik. Itu sebabnya bila pada dasarnya kita adalah orang sukar mengendalikan diri, kita akan lebih rentan untuk jatuh ke dalam perselingkuhan pula, sebab perselingkuhan pada hakikinya adalah kegagalan menguasai diri. Singkat kata, jika kita susah untuk menahan diri dari keinginan untuk memiliki segala sesuatu, maka besar kemungkinan kita juga sulit mengendalikan diri dari keinginan untuk memiliki laki-laki atau wanita itu. Jika kita sulit untuk menjaga batas, besar kemungkinan kita melanggarnya dan masuk ke pelukan orang lain. Sayangnya kita tidak selalu siap mengakui bahwa selingkuh adalah masalah pengendalian diri. Sebaliknya kita cenderung bersikeras bahwa kita dapat menguasai diri dengan baik dan bahwa kita menjalin relasi dengan orang lain untuk mengisi kebutuhan tertentu yang gagal dipenuhi oleh pasangan. 2. Bila dipandang dari sisi moral, masalah selingkuh adalah masalah kurangnya kesetiaan. Inti dari kesetiaan adalah bertahan dalam segala suasana hati. Jadi, bila kita kurang setia pada dasarnya kita gagal bertahan dalam segala suasana hati, dengan kata lain, kita akhirnya tunduk pada suasana hati. Jadi, ketidaksetiaan pada hakikinya adalah kegagalan untuk menyangkal diri. Orang yang berselingkuh adalah orang yang terseret oleh keinginannya sendiri dan mengabaikan nurani yang sudah tentu melarangnya untuk berselingkuh. Sayangnya kebanyakan kita sukar untuk mengakui hal ini. Tidak heran ada banyak pelaku selingkuh setelah tertangkap basah, berupaya untuk berkelit dari tanggung jawab dan malah menyalahkan rekan selingkuhnya—seolah-olah ia hanyalah korban tak berdaya. Dan, tidak heran pula ada banyak pelaku selingkuh yang menyalahkan pasangannya sebagai penyebab mengapa ia berlaku tidak setia. Singkat kata, kita enggan untuk mengakui bahwa selingkuh ini merupakan pilihan dan keinginan pribadi. Kita cenderung berusaha untuk meyakinkan diri atau orang lain bahwa sesungguhnya kita adalah orang yang setia. Pertanyaannya adalah, mengapakah kita berusaha untuk berkata bahwa kita sebetulnya setia? Jawabannya sederhana: Kita ingin melihat diri sebagai orang yang baik! Kita tidak rela mengubah konsep diri—bahwa kita tidak setia, tidak taat, dan tidak baik. 3. Bila dipandang dari sisi rohani, masalah selingkuh adalah masalah ketidaktaatan kepada Tuhan. Sesungguhnya pada waktu kita berselingkuh kita mengikrarkan ketidaktaatan kita kepada perintah Allah. Sudah tentu pada saat yang sama kita pun mengatakan bahwa kita tidak begitu peduli dengan Tuhan lagi. Dan, ini hanya dapat terjadi jika kita hidup terpisah dari Tuhan. Kita mungkin beranggapan bahwa kita masih hidup dekat dengan Tuhan namun pada hakikatnya selingkuh hanya dimungkinkan bila kita sudah tidak lagi hidup akrab dengan Tuhan. Tidak mungkin kita hidup dekat dengan Tuhan dan pada saat yang sama terus melakukan dosa. Salah satu cara untuk menilai kedekatan dengan Tuhan adalah lewat seberapa besar keinginan kita untuk bersekutu dengan-Nya. Singkat kata kita baru bisa berkata bahwa kita dekat dengan Tuhan bila kita memiliki keinginan yang kuat untuk bersama-Nya. Sayangnya kebanyakan kita tidak bersedia mengakui fakta ini. Sebaliknya, kita malah menyalahkan Tuhan—kenapa Tuhan tidak menjauhkan kita dari kejatuhan. Kita tidak mau mengakui bahwa sesungguhnya kita telah jauh dari Tuhan sebab, kita ingin dilihat orang sebagai orang yang rohani. Kesimpulan Amsal 20:6-7 berkata, "Banyak orang menyebut diri baik hati tetapi orang yang setia, siapakah menemukannya? Orang benar yang bersih kelakuannya—berbahagialah keturunannya." Tidak ada orang yang suka disebut, jahat. Kita semua ingin dikenal dan mengenal diri sebagai orang yang baik. Namun ukuran kebaikan bukan ditunjukkan lewat perkataan melainkan lewat perbuatan. Salah satunya adalah lewat kesetiaan. Kita harus berupaya menjaga diri namun terlebih penting lagi, kita harus hidup dekat dengan Tuhan kita Yesus senantiasa.
Read more

Perceraian

Latar Belakang Perceraian dapat dianggap terjadi ketika sepasang suami istri memutuskan untuk tidak lagi memenuhi ikatan pernikahan mereka. Walaupun biasanya salah satu yang memprakarsai perceraian, tetapi keduanya menanam andil tertentu sampai terjadi perpecahan itu. Perceraian adalah suatu pengalaman yang menghancurkan, dan luka-lukanya sembuh sangat lambat. Untuk masing-masing pihak dibutuhkan cukup lama waktu sampai mereka mampu memperlakukan diri dan situasi mereka secara obyektif. Mungkin sulit sekali bagi mereka untuk menembusi perasaan-perasaan terasing, terbuang, kepahitan dan kebingungan. Dengan makin meningkatnya angka perceraian, pembimbing harus sering berhadapan dengan masalah ini. "Aku menentang perceraian dan menganggap peningkatan jumlah perceraian belakangan ini sebagai masalah paling mengejutkan dalam masyarakat. Namun demikian, aku tahu bahwa Tuhan dapat mengampuni dan memulihkan, walaupun bila dosa besar sudah terjadi. Gereja terdiri dari orang-orang berdosa. Ketika Paulus menulis daftar panjang dosa pada jemaat Korintus, dia menambahkan: 'beberapa orang di antara kamu demikianlah dahulu.' (1Kor 6:11). Mereka telah diampuni dan menjadi bagian Gereja yaitu Tubuh Kristus." _Selesai Latar Belakang Ayat Alkitab Strategi Bimbingan Penghiburan sangat diperlukan. Orang yang anda bimbing mungkin merasa dibuang, kehilangan harga diri. Ini biasa pada orang yang bercerai. Nyatakan anda menghargai permintaannya untuk dilayani dan ingin berbicara dengannya. Allah mengasihi kita dan menerima kita sebagaimana ada kita. Tanyakan hubungannya dengan Yesus Kristus. Sudahkah dia menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamatnya? Jika belum, jelaskan "Damai dengan Allah", . Walaupun dia merasa terbuang, terasing dan hancur, tegaskan bahwa Allah dapat menjadikan segala sesuatu menjadi baru (2Kor 5:17). Perceraian yang sudah terjadi, mungkin tak dapat dibatalkan. Dia harus memulai dari mana dia berada, di atas dasar yang baru. Dasar itu ialah Yesus Kristus. Jelaskan pentingnya membaca Alkitab dan berdoa sebagai sumber kekuatan. Adakah dia memiliki Alkitab? Jika tidak, anjurkan dia membeli sebuah pada salah satu toko buku Kristen. Tawarkan _Hidup dalam Kristus_ untuk menolongnya memulai penelaahan Alkitab. Usulkan dia untuk mencari suatu gereja yang mementingkan Firman Tuhan yang di dalamnya dia dapat bersekutu, menyembah dan melayani. Mungkin dia perlu waktu untuk membangun pengertian dan hubungan-hubungan pribadi yang baru. Seringkali kelompok-kelompok persekutuan yang akrab, dapat memenuhi kebutuhannya itu. Berdoalah dengannya agar dia mengalami kesembuhan emosi, damai dihati, pemulihan keyakinan, kekuatan dan pengertian rohani. Usulkan dia untuk mencari bantuan dari seorang ahli, jika dia memerlukannya. Seorang pendeta atau psikolog Kristen, mungkin dapat membantunya. Waktu membimbing anda perlu mengingat: Yang sudah terjadi, sudah lewat. Mulailah dari tempat dia berada sekarang dan beranjaklah dari sana. Usahakan mengarahkan percakapan sehingga dia tidak usah merasa perlu melakukan "pembedahan diri". Lebih baik mengusahakan agar perhatiannya ditujukan kepada Allah yang akan menolongnya mendapatkan jalan keluar. Bersikaplah netral. Jangan mengandaikan orang yang anda bimbing bersalah atau tidak. Sikap menghakimi atau merasa diri lebih suci, akan menutup kesempatan untuk bersaksi. Kristen tidak kebal terhadap keretakan-keretakan pernikahan. Jika orang yang anda layani seorang Kristen, ikuti langkah-langkah berikut: Minta dia mengakui segala kepahitan, kemarahan dan dosa lainnya. Mungkin dia perlu menghadapi sikap-sikap salahnya yang merupakan andil bagi perceraiannya, secara realistik. Jelaskan "Pemulihan" 17753. Tegaskan 1Yohanes 1:9. Anjurkan dia untuk membangun ketertarikan baru pada pembacaan dan penelaahan Alkitab. Dia harus pula setia dalam doa. "Serahkan segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu." (1Pet 5:7). Desak orang itu untuk membangun atau memulai kembali hubungan dengan suatu gereja, dan tidak berputar-putar pada perasaan bersalah atau takut dikritik. Justru sekarang dia lebih memerlukan gereja. Kelompok-kelompok persekutuan dalam gereja, akan sangat membantu. Berdoalah dengan-Nya agar dia mendapat pemulihan, damai di hati dan kemampuan untuk membuat penyesuaian-penyesuaian gaya hidup yang perlu. Latar Belakang Strategi Bimbingan Ayat Alkitab Dorongan untuk berjalan dengan Tuhan: "Percayalah kepada Tuhan dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka ia akan meluruskan jalanmu." (Ams 3:5,6) "Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apa pun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur." (Fili 4:6) "Usahakanlah supaya engkau layak di hadapan Allah sebagai seorang pekerja yang tidak usah malu, yang berterus terang memberitakan perkataan kebenaran itu." (2Tim 2:15) "Tetapi bertumbuhlah dalam kasih karunia dan dalam pengenalan akan Tuhan dan Juruselamat kita Yesus Kristus." (2Pet 3:18) Penyembuhan luka-luka: "Pujilah Tuhan, hai jiwaku, dan janganlah lupakan segala kebajikan-Nya! Dia yang mengampuni segala kesalahanmu, yang menyembuhkan segala penyakitmu. Dia yang menebus hidupmu dari lobang kubur, yang memahkotai engkau dengan kasih setia dan rahmat. Dia yang memuaskan hasratmu dengan kebaikan, sehingga masa mudamu menjadi baru seperti pada burung rajawali." (Mazm 103:2-5) "Sembuhkanlah aku ya Tuhan, maka aku akan sembuh; selamatkanlah aku, maka aku akan selamat, sebab Engkaulah kepujianku! (Yer 17:14) 2Timotius 1:7 Mazmur 23:3
Read more

Mengatasi Konflik

Ini adalah bagian dari hidup. Ini memisahkan bangsa-bangsa dan memecah-belah gereja-gereja. Ini menghancurkan keluarga-keluarga dan terkadang menimbulkan kekacauan bagi kita semua. Ini dapat mengakibatkan kemarahan, kecurigaan, bahkan perang. Ini bisa jadi merupakan alat setan yang paling umum dan paling efektif untuk menciptakan kekacauan dalam kehidupan kita. Inilah konflik. Sering kali kita menganggap konflik sebagai sesuatu yang memisahkan individu-individu atau kelompok-kelompok. Seorang suami dan istri dengan perbedaan pendapat yang kuat adalah individu-individu dalam konflik. Perselisihan ketenagakerjaan/manajemen perihal gaji atau sengketa internasional antarnegara adalah contoh konflik kelompok. Akan tetapi, konflik juga bisa bersifat internal -- di dalam Anda atau saya. Seseorang yang bergumul antara terlibat dalam pelayanan atau memulai bisnis mengalami konflik batin. Begitu juga seorang pemuda yang tercabik antara menghidupi kehidupan yang kudus atau bergabung dengan teman-temannya dalam aktivitas yang penuh hawa nafsu atau yang berpotensi menimbulkan kecanduan. Dampak Konflik Kebanyakan orang telah mengalami konflik. Konflik dapat berkisar dari perselisihan ringan yang dapat diselesaikan dengan mudah hingga konfrontasi yang intens. Orang-orang dengan perbedaan pendapat yang kuat dapat menjadi kaku dan kritis. Terkadang, masing-masing pihak menjadi begitu perhatian demi memenangkan pertempuran sehingga berkompromi dianggap sebagai suatu kemunduran atau pengakuan kelemahan. Dampak pergumulan dapat meninggalkan bekas luka kemarahan, kepahitan, sakit hati, dan depresi. Suatu konflik yang berbeda terjadi di dalam pikiran kita ketika kekuatan batin menarik kita menuju arah yang berlawanan. Haruskah saya meninggalkan pekerjaan yang sulit atau tetap tinggal, memberi tahu seseorang tentang dosa atau tetap diam, menikah atau menunggu sampai kemudian hari, memaksakan diri saya sendiri untuk mengembangkan karier saya atau menjadi lebih pasif dan rendah hati? Konflik yang lain adalah peperangan antara kebaikan dan kejahatan. Setan, bapa segala dusta, menciptakan dan membangkitkan konflik. Ketegangan antarindividual dan bangsa secara jelas mencerminkan pertentangan Setan terhadap Yesus Kristus, sang Raja Damai. Menurut Alkitab, setiap kita berada dalam pertempuran pribadi dengan kuasa jahat (Efesus 6:12). Kristus, yang hidup di dalam dan menguatkan orang-orang Kristen, jauh lebih besar daripada iblis, yang ada di dalam dunia (1 Yohanes 4:4). Akan tetapi, meskipun begitu, terkadang kita semua jatuh ke dalam pencobaan. Hal ini dapat mengakibatkan rasa bersalah, konflik internal yang lebih jauh, dan terkadang ketegangan antarpribadi. Mengendalikan Konflik Negarawan dunia menghadapi konflik antarbangsa, tetapi kebanyakan dari kita menghadapi konflik yang lebih personal. Perlu bagi kita untuk menyadari bahwa konflik semacam itu adalah hal yang normal, dianggap sebagai bagian dari hidup. Dan, konflik tidak seharusnya merusak atau permanen. Ketika Anda menghadapi konflik, cobalah untuk memahami masalah yang dipertaruhkan. Ketika dua orang sedang berkonflik, masing-masing mereka perlu mendengarkan dengan baik satu sama lain dan berusaha membereskan kesalahpahaman. Ketika ada konflik batin, sangat membantu jika kita memiliki perspektif yang jelas tentang alternatif yang Anda hadapi, masalah-masalah yang menciptakan ketegangan, atau alasan atas pergumulan di dalam. Sering kali evaluasi diri ini lebih baik dilakukan dengan bantuan seorang konselor atau seorang objektif yang lain. Kemudian, tentukan apa yang dapat dilakukan untuk menyelesaikan konflik. Buatlah daftar alternatif yang mungkin memberikan penyelesaian atas perbedaan yang ada. Cobalah alternatif-alternatif tersebut satu per satu. Terkadang, perkataan yang lemah lembut akan mendatangkan penyelesaian yang dapat diterima, tetapi situasi yang lain mungkin memerlukan konfrontasi yang lebih aktif, termasuk kemauan untuk menantang dan ditantang. Akan sangat membantu jika kita menyadari bahwa penyelesaian konflik mungkin tidak akan datang untuk waktu yang lama dan terkadang tidak akan datang sama sekali, terlepas dari usaha terbaik Anda. Beberapa perbedaan tidak dapat direkonsiliasi. Para ahli dalam penyelesaian konflik menyarankan agar kedua belah pihak bekerja sama untuk mencapai "kemenangan ganda". Alih-alih salah satu pihak menang dan pihak yang lain kalah, kedua pihak seharusnya berusaha membantu satu sama lain untuk menang. Contoh yang bagus adalah memperhatikan dua anak yang membagikan sepotong kue. Jika salah satu anak memotong dan yang lainnya memilih, mereka berdua mendapatkan pilihan yang adil -- dan keduanya menang. Ketika konflik terjadi di dalam diri Anda, seperti ketika Anda bergumul untuk membuat keputusan, sangat membantu untuk membuat daftar alternatif dalam dua kolom pada secarik kertas. Kemudian, tuliskan poin-poin yang baik dan buruk pada masing-masing pilihan. Hal ini dapat menjelaskan masalah-masalah untuk membantu Anda menentukan apa yang harus dilakukan. Jika konflik batin melibatkan dua kekuatan yang berselisih -- sebagai contoh, bersikap tegas atau pasif -- alangkah bijaksananya untuk mendiskusikan hal ini dengan seorang konselor yang dapat membantu Anda memahami lebih jelas, dan terkadang memberi perspektif yang berubah pada suatu situasi. Konflik, Alkitab, dan Anda Alkitab dipenuhi dengan contoh-contoh konflik dan contoh-contoh penyelesaian konflik. Dalam Matius 18:15-17, contohnya, kita membaca panduan untuk menangani perselisihan dengan sesama orang percaya. Dalam Amsal, kita diberi panduan untuk tingkah laku antarpribadi, termasuk petunjuk untuk menggunakan kontrol dalam apa yang kita katakan (Amsal 11:12, lihat juga Yakobus 3:1-10), untuk menanggapi kemarahan dengan "jawaban yang lemah lembut" (Amsal 15:1), untuk hidup dalam cara yang menyenangkan Allah (Amsal 16:7), dan untuk membangun kesabaran (Amsal 25:15). Satu contoh yang jelas tentang konflik batin dicatat dalam Roma 7:15-24. Di sini penulis tercabik antara pergumulan batin untuk melakukan kebaikan atau jatuh ke dalam pencobaan. Ini adalah pergumulan yang hanya menghasilkan pengaruh yang kuat dari Yesus Kristus. Konflik dan kekacauan yang dihasilkannya mungkin menjadi sangat mengganggu, tetapi konflik juga dapat membantu kita bertumbuh. Dan, sungguh baik untuk mencapai penyelesaian konflik sehingga setiap orang berada dalam damai. (t/Odysius) Diterjemahkan dari: Nama situs : Batesville Christian Counseling Alamat URL : http://www.batesvillechristiancounseling.org/article-conflict.html Judul asli artikel : Coping With Conflict Penulis artikel : Gary R. Collins Tanggal akses : 18 Oktober 2013
Read more

Apa itu Kecemasan?

Kecemasan adalah rasa takut yang tidak memiliki objek yang jelas dan hal ini seringkali menjadi bagian hidup kita. Dalam materi ini dijelaskan sebab dan apa yang harus dilakukan dalam menghadapi kecemasan. Yang membedakan ketakutan dan kecemasan adalah sebagai berikut: dilihat dari segi objeknya Ketakutan ? Memiliki objek yang tertentu atau yang jelas, yang membuat kita takut. Kecemasan ? Rasa takut yang tidak memiliki objek yang jelas. Dan kedua hal ini seringkali menjadi bagian kehidupan kita yakni adakalanya kita cemas akan banyak hal sebab kita juga tidak jelas apa yang sedang kita takutkan. Kecemasan mempunyai beberapa sumber yaitu : Tidak memiliki informasi yang cukup atau kekurangtahuan. Kekurangpercayaan diri kita. Contoh : kegagalan di masa lalu yang merontokkan atau menggoncangkan keyakinan diri kita. Reaksi atau dampak dari kecemasan adalah sebagai berikut: Mengakibatkan timbulnya keresahan di dalam diri kita. Keresahan memang reaksi langsung dari kecemasan. Maksudnya seseorang yang dikuasai oleh kecemasan akan mengalami kesulitan untuk berpijak pada suatu keadaan untuk kurun waktu yang lama. Dia akan berusaha mendapatkan ketenangan dalam dirinya dengan cara menguasai keadaan supaya keadaan itu berjalan sesuai dengan skenarionya. Kelumpuhan. Kelumpuhan merupakan tahap berikutnya setelah dampak keresahan. Kecemasan melumpuhkan penderitanya karena pada hakekatnya kecemasan itu menguras energi yang dibuang untuk menguasai kecemasan, yang dikeluarkan sebagai usaha untuk mengontrol kecemasan. Dan pada akhirnya dia merasa lumpuh, dalam pengertian dia merasa lemah tidak dapat berbuat apapun untuk mengubah keadaan hidupnya bahkan tidak bergairah lagi untuk mencoba. Selain dari keresahan dan kelumpuhan, kecemasan mengakibatkan keputusasaan. Ini adalah tahap di mana akhirnya seseorang merasa dia sudah kalah artinya hidup menjadi terlalu berat baginya, terlalu banyak yang membuat kepalanya pening, terlalu banyak yang membuat hatinya gundah-gulana, terlalu banyak yang merobek-robek kalbunya dan dia tidak tahu lagi apa yang dilakukan sehingga dia mulai tergoda untuk menyerah. Hal yang dapat dilakukan untuk mengantisipasi kecemasan yaitu: Mencari informasi selengkap-lengkapnya. Percaya pada Tuhan, bersandar pada Tuhan tidaklah berarti kita membutakan mata terhadap informasi, sebab Tuhan pun menghargai hikmat dan hikmat itu sering kali diperoleh dengan data yang lengkap. Mengakui adanya keterbatasan. Sebanyak-banyaknya informasi tidak menjamin bahwa peristiwanya akan terjadi seperti yang telah diduga. Di sinilah diperlukan iman, kita bukan menggantungkan diri pada situasi tapi kita menggantungkan pada Tuhan yang menguasai situasi. Makna 1 Petrus 5:7, "Serahkan segala kekhawatiranmu kepadaNya, sebab Ia yang memelihara kamu." Secara rasional menyerahkan kepada Tuhan, mengakui keterbatasan kita dan meminta bantuanNya. Berkata pada diri sendiri: "Tidak mau lagi memikirkan problem itu," dan berkata kepada Tuhan: "Tuhan, ini sekarang adalah problem Tuhan." Dan memang itulah yang Tuhan minta. Serahkanlah, dalam 1 Petrus 5:7 sebetulnya digunakan kata lemparkanlah kekhawatiranmu kepada Tuhan. Namun bukan berarti kita lari dari tanggung jawab, tetap kita hadapi persoalannya namun kita tidak lagi memikulnya sendirian. Untuk lebih lengkap bisa anda download Audionya
Read more

Apa itu kesepian?

Kesepian Latar Belakang Kesepian adalah kesadaran pedih bahwa seseorang kurang memiliki hubungan yang dekat dan berarti dengan orang lain. Kekurangan tadi menimbulkan kekosongan, sedih, pengasingan diri bahkan keputusasaan. Perasaan ditolak dan citra diri yang rendah mengembang, karena kita tidak dapat bergaul, atau kita merasa tersisih dan tidak disukai, betapapun kerasnya kita berusaha untuk dimiliki. Keadaan masyarakat di mana kita hidup, menambah masalah kesepian. Untuk sementara orang, sulit sekali mengembangkan identitas dan hubungan yang berarti di tengah rimba birokrasi, spesialisasi, pengorganisasian dan kompetisi. Masyarakat yang terus bergerak dan berubah, cenderung membuat orang merasa tak berakar dan terpecah diri. Kesepian dapat melukai diri. Beberapa orang merasa sulit berkomunikasi dengan sesamanya atau kurang keyakinan karena mereka memiliki citra diri yang buruk. Ada pula yang menginginkan kebersamaan, tetapi keinginan untuk memiliki kepentingan dan pengaturan diri sendiri, menghalanginya mengembangkan hubungan-hubungan yang bermakna. Ketakutannya untuk membuka keberadaan batinnya telah membuat semacam kelumpuhan sosial. "Manusia yang terpisah dari Allah akan merasa hidupnya sepi arti dan mengalami kesunyian yang mencekam. Cukup banyak orang memikul beban duka, kuatir, pedih dan kecewa; tetapi kesepian terdalam dialami orang yang tenggelam dalam dosa." -Selesai Salah satu akibat Kejatuhan ialah manusia menjadi terasing dari Allah. Keterasingan itu membuat Adam dan Hawa bersembunyi dari Allah dan berusaha menutup diri. Mungkin tiga keadaan ini, membantu kita mengerti keadaan orang yang kesepian. Keadaan rohani kita dapat diungkapkan sebagai berikut: "Manusia dicipta dengan suatu tempat khusus untuk Allah di hatinya, yang hanya Allah mampu mengisinya." Hanya jika kita mendapatkan Kristus, kita akan mampu mengatasi kesempitan diri kita dan mengembangkan perspektif hidup yang akan mengurangi pedihnya kesepian. Pemazmur bersukacita atas perbuatan Allah dalam hidupnya, "Ia menyegarkan jiwaku." (Mazm 23:2). Penyegaran ini menyingkirkan sebab-sebab keterasingan kita. "Kamu ... dahulu hidup jauh dari Allah dan yang memusuhi-Nya dalam hati dan pikiran seperti yang nyata dari perbuatanmu yang jahat, sekarang diperdamaikan-Nya, di dalam tubuh jasmani Kristus oleh kematian-Nya, untuk menempatkan kamu kudus dan tak bercela dan tak bercacat di hadapan-Nya." (Kol 1:21,22). Juga akibat lainnya ialah, hidup kita didiami Roh Kudus. "Atau tidak tahukah kamu bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, -- dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri?" (1Kor 6:19). Jadi, kita menjadi utuh di dalam Dia. "Dan kamu telah dipenuhi di dalam Dia, Dialah kepala semua pemerintah dan penguasa." (Kol 2:10) Latar Belakang Ayat Alkitab Strategi Bimbingan Kita akan menyoroti masalah kesepian baik dari sudut pandang rohani maupun praktis, baik untuk yang bukan Kristen ataupun yang beriman. Kita akan mementingkan baik persekutuan dengan Allah maupun dengan sesama manusia kita Untuk yang Bukan Kristen: Kuatkan hatinya. Dengan membagikan masalahnya, dia mengakui kebutuhannya. Sikap ini penting dalam usaha memecahkan masalah kehidupan. Yakinkan bahwa langkah pertamanya ini bisa diikuti oleh langkah-langkah berikutnya yang menyebabkan pemecahan masalahnya terjadi. Berusahalah menetapkan penyebab kesepiannya. Jika tidak banyak informasi diutarakannya, tanyakan tentang dirinya: di mana dia tinggal, siapa tetangganya, di mana dia bekerja, apakah dia menyukai pekerjaannya? Tanyakan juga hobinya, sahabat-sahabat dan gerejanya? Tanyakan apakah dia sudah menerima Yesus Kristus sebagai Juruselamatnya. Jelaskan "Damai dengan Allah", . Rencana Allah pertama untuk hidupnya ialah menerima Kristus. Dia perlu tahu bahwa masalah kesepiannya pun akan diurus kelak. Dia akan berdamai dengan Allah (Rom 5:1) dan Kristus akan menjadi sahabat tetapnya. "Ada juga sahabat yang lebih karib dari pada seorang saudara." Bimbing dia untuk mengusahakan pertumbuhan rohani dengan membaca dan mempelajari Firman Allah dan berdoa. Anjurkan dia memulai dengan Hidup dalam Kristus 17453. Kebiasaan berdoa tiap hari akan mengobati perasaan sepinya, karena dengan berdoa dia dapat bertemu Allah, "sebagai penolong dalam kesesakan yang sangat terbukti." (Mazm 45:2). Anjurkan dia untuk mencari hubungan dengan suatu gereja yang mementingkan Alkitab, agar dia bisa menerima persekutuan yang hangat, ibadah dan pelayanan. Nasihatkan dia untuk tidak mengharapkan terlalu banyak dalam waktu yang terlampau cepat. Hubungan yang berarti tidak terjadi dalam sekejap mata. Hubungan harus dipupuk, dan ini perlu waktu. Semakin banyak dia memberi diri dalam keterlibatannya di gereja, semakin banyak akan diterimanya dari orang lain. Orang yang ingin memiliki banyak sahabat, harus menunjukkan sikap bersahabat. Jelaskan padanya bahwa gereja yang baik memikirkan pengadaan sarana persekutuan dan persahabatan sesuai kebutuhan anggotanya. Nasihatkan dia untuk mempererat hubungan kekeluargaannya yang mungkin sudah berjalan tidak semestinya. Komunikasi dengan anggota keluarga lainnya akan banyak mempengaruhi pembentukan sikap saling menghargai dan memperhatikan. Kini, sesudah dia kenal Kristus, dia harus berusaha membawa anggota-anggota keluarganya kepada Sang Juruselamat. Berdoalah bersamanya bagi pertumbuhan kerohaniannya dan perkembangan hubungan yang berarti dengan sahabat-sahabat Kristen dan bukan Kristen. Untuk yang Kristen: Bimbing dia agar dia mengembangkan saat teduh tiap hari. Adanya kepekaan bahwa Allah tidak pernah meninggalkan dan mengecewakannya, akan membantu mengikis perasaan kesepiannya. "Ada sedikit rahasia yang sudah kutemukan tentang cara mengalahkan kesepian. Pertama, aku tidak pernah merasa kesepian ketika aku berdoa, sebab doa mempersekutukanku dengan sahabat yang melebihi sahabat biasa -- Yesus Kristus. Dia berkata, "Aku tidak menyebut kamu lagi hamba, . . . tetapi . . . sahabat." (Yoh 15:15). Aku pun tak pernah kesepian bila membaca Alkitab. Tiap hari kubaca pasal-pasalnya. Tak ada apa pun lainnya yang meluluhkan kesepian seperti waktu khusus merenungkan Firman Allah." -Selesai Sambil kita bertumbuh dalam hubungan ibadah kita dengan Tuhan, kita mulai berubah. Tumbuhnya sikap-sikap mengasihi dan memperhatikan akan menjadi dasar bagi kontak-kontak kita dengan orang lain dan mendalamnya persahabatan-persahabatan kita. Anjurkan dia untuk mengambil pelayanan yang berarti di dalam suatu gereja yang mementingkan Firman Tuhan. Memusatkan perhatian pada kebutuhan-kebutuhan orang lain, akan menempatkan masalah-masalah kita dalam sudut pandang yang benar dan memperingan masalah kita sendiri. Pelayanan membantu kita memupuk persahabatan dengan sesama pelayan Kristen dan cenderung memperkuat citra diri kita di dalam kebersamaan itu. "Aku tidak pernah merasa kesepian ketika aku menyaksikan Kristus bersama pada orang lain. Ada suatu kesukaan besar ketika menceritakan Kristus pada orang lain. Semua kita dapat melakukan hal ini." -Selesai Nasihatkan dia untuk mempererat ikatan-ikatan dalam keluarga. Orang yang kesepian biasanya memiliki hubungan kekeluargaan yang kendur. Usaha-usaha terus-menerus untuk berkomunikasi dalam keluarga kita sendiri: belajar untuk saling membagi dan menerima, menghargai dan memperhatikan, menjadi bagian satu dari yang lain, akan mencegah kesunyian. Perbaikan hubungan dalam keluarga selalu membawa perbaikan dalam hal-hal lainnya. Dorong dia untuk meminta bimbingan dari pendetanya. Seorang pendeta dapat membantu anggotanya untuk mengembangkan hubungan dan menunjukkan bidang-bidang pelayanan yang tepat. Latar Belakang Strategi Bimbingan Ayat Alkitab "Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Ku pun ringan." (Mat 11:28-30) "Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau. Sebab itu dengan yakin kita dapat berkata: 'Tuhan adalah Penolongku. Aku tidak akan takut. Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku?'" (Ibr 13:5,6) "Ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman." (Mat 28:20) "Aku sangat menanti-nantikan Tuhan; lalu Ia menjenguk kepadaku dan mendengar teriakku minta tolong. Ia mengangkat aku dari lobang kebinasaan, dari lumpur rawa; Ia menempatkan kakiku di atas bukit batu, menetapkan langkahku. Ia memberikan nyanyian baru dalam mulutku untuk memuji Allah kita. Banyak orang akan melihatnya dan menjadi takut, lalu percaya kepada Tuhan." (Mazm 40:1-4) "Allah yang memanggil kamu kepada persekutuan dengan Anak-Nya Yesus Kristus, Tuhan kita, adalah setia." (1Kor 1:9) Amsal 3:5,6
Read more