SENSITIF TERHADAP HATI NURANI SESAMA
(1 Korintus 8:1-13)
Kota Korintus adalah pusat kota Perdagangan
Yunani dan membuatnya kaya secara ekonomi pada saat Rasul Paulus meberitakan
Injil dan Gereja Tuhan berdiri sekitar antara tahun 50-an Masehi, dan juga sebagai
pusat lahir dan berkembangnya filsafat Yunani dengan pengajaran gnostik yang
menekankan segala sesuatu berdasarkan logika sehingga membuat masyarakat pada
umumnya berpusat kepada kemampuan diri sendiri, dan kehidupan manusia secara
moral sangat dipengaruhi oleh penyembahan Dewi Asmara, yang melahirkan praktek
hidup seks bebas yang merusak perkawinan secara normal di tengah-tengah
masyarakat pada umumnya. Kondiri ini sangat mempengaruhi kehidupan orang
Kristen di kota Korintus dengan merosotnya kehidupan kerohanian anggota jemaat
pada umumnya dengan bentuk-bentuk dosa antara lain sebagai berikut : Masalah
moral, Hukum, perkawinan, penyembahan berhala, perpecahan dalam jemaat karna
mempertentangkan kerasulan Paulus, karunia-karunia roh.
Itulah sebabnya ketika keluarga Kloe mengutus
beberapa orang (1 Kor 1:11) kepada rasul Paulus yang sedang berada di kota
Efesus untuk memberitahukan permasalahan kehidupan rohani jemaat. Ketika rasul
Paulus mendengar tentang kondisi jemaat di Korintus seperti itu, ia sangat
bergumul dan menulis surat Korintus dalam bentuk peringatan, pengajaran dan
nasehat berdasarkan iman Kristen yang berpusat kepada Allah di dalam Tuhan Yesus Kristus untuk
membedakan cara hidup orang Kristen dan yang bukan orang Kristen, dengan sebutan orang Kristen adalah ”manusia
rohani” dengan ciri hidup sudah percaya kepada Allah di dalam Tuhan Yesus
Kristus, hidup dalam pimpinan dalam Roh Kudus, hidup bersama sebagai keluarga
Allah, memiliki pikiran Kristus, hidup dalam kasih tidak hanya untuk diri
sendiri, tetapi untuk Tuhan dan sesama dalam “waktu yang singkat” (1 Korintus
2:15,16; 6:19,20; 1 Kor 7:29; 5:16; 2 Korintus 5:16, 17), sedangkan yang bukan
Kristen dengan sebutan “manusia duniawi” dengan ciri hidup berpusat pada diri
sendiri dan hidup dalam dosa (1 Korintus 2:14). Itulah sebabnya tema ibadah
minggu seluruh jajaran GMII pada hari ini berbicara tentang “SENSITIF TERHADAP
HATI NURANI SESAMA.” Ada 2 pokok
perenungan khusus untuk kita :
|
1
2
|
Apa
artinya sensitif?
Peduli/Care: Memperhatikan, Mengetahui, mengerti dan bertindak untuk menolong.
Arti Hati Nurani Sesama
-
Secara etimologi dalam bahasa Yunani dipakai
kata Syneidesis artinya "kecakapan pengetahuan
bersama dengan diri sendiri, yang terkait dengan 'kesadaran' dan 'penginderaan',
dan ada hubungannya dengan Penghakiman moral yang di katakan Alkitab.
-
Menurut Alkitab(PL)
dan (PB),
dalam catatan
|
|
New Bible Dictionary
(NBD) bahwa
"hati nurani" artinya alat bagi penghakiman Ilahi atas moral
manusia dihadapan Allah, diri sendiri dan sesama, hati nurani sebagai
saksi untuk tujuan menghindarkan diri dari yang tidak benar, pengudusan diri.
Dengan demikian Sensitif terhadap hati nurani
sesama dalam teks firman Tuhan ini artinya berbicara tentang pengetahuan yang
benar tentang Allah dan firman-Nya dalam hidup setiap orang Kristen untuk
menolong orang lain dengan dasar iman (Ay 1, 2, 6), kasih (1, 3) dan
kebenaran /firman Tuhan (9, 12 dan 13
|
Kesimpulan:
Marilah kita sebagai
orang Kristen, memiliki pengetahuan yang benar dalam segala hal untuk mengasihi
Tuhan, diri sendiri dan orang lain/sesama di dunia ini dengan “waktu yang
singkat” dengan dasar Iman, Kasih dan Kebenaran/ Firman Tuhan.
0 komentar