Thursday, March 28, 2019

SENSITIF TERHADAP HATI NURANI SESAMA


SENSITIF TERHADAP HATI NURANI SESAMA
(1 Korintus 8:1-13)

     Kota Korintus adalah pusat kota Perdagangan Yunani dan membuatnya kaya secara ekonomi pada saat Rasul Paulus meberitakan Injil dan Gereja Tuhan berdiri sekitar antara tahun 50-an Masehi, dan juga sebagai pusat lahir dan berkembangnya filsafat Yunani dengan pengajaran gnostik yang menekankan segala sesuatu berdasarkan logika sehingga membuat masyarakat pada umumnya berpusat kepada kemampuan diri sendiri, dan kehidupan manusia secara moral sangat dipengaruhi oleh penyembahan Dewi Asmara, yang melahirkan praktek hidup seks bebas yang merusak perkawinan secara normal di tengah-tengah masyarakat pada umumnya. Kondiri ini sangat mempengaruhi kehidupan orang Kristen di kota Korintus dengan merosotnya kehidupan kerohanian anggota jemaat pada umumnya dengan bentuk-bentuk dosa antara lain sebagai berikut : Masalah moral, Hukum, perkawinan, penyembahan berhala, perpecahan dalam jemaat karna mempertentangkan kerasulan Paulus, karunia-karunia roh.
     Itulah sebabnya ketika keluarga Kloe mengutus beberapa orang (1 Kor 1:11) kepada rasul Paulus yang sedang berada di kota Efesus untuk memberitahukan permasalahan kehidupan rohani jemaat. Ketika rasul Paulus mendengar tentang kondisi jemaat di Korintus seperti itu, ia sangat bergumul dan menulis surat Korintus dalam bentuk peringatan, pengajaran dan nasehat berdasarkan iman Kristen yang berpusat kepada  Allah di dalam Tuhan Yesus Kristus untuk membedakan cara hidup orang Kristen dan yang bukan orang Kristen,  dengan sebutan orang Kristen adalah ”manusia rohani” dengan ciri hidup sudah percaya kepada Allah di dalam Tuhan Yesus Kristus, hidup dalam pimpinan dalam Roh Kudus, hidup bersama sebagai keluarga Allah, memiliki pikiran Kristus, hidup dalam kasih tidak hanya untuk diri sendiri, tetapi untuk Tuhan dan sesama dalam “waktu yang singkat” (1 Korintus 2:15,16; 6:19,20; 1 Kor 7:29; 5:16; 2 Korintus 5:16, 17), sedangkan yang bukan Kristen dengan sebutan “manusia duniawi” dengan ciri hidup berpusat pada diri sendiri dan hidup dalam dosa (1 Korintus 2:14). Itulah sebabnya tema ibadah minggu seluruh jajaran GMII pada hari ini berbicara tentang “SENSITIF TERHADAP HATI NURANI SESAMA.”  Ada 2 pokok perenungan khusus untuk kita :
1


2
Apa artinya sensitif?
Peduli/Care: Memperhatikan, Mengetahui, mengerti dan bertindak untuk menolong.
Arti Hati Nurani Sesama
-   Secara etimologi dalam bahasa Yunani dipakai kata Syneidesis artinya "kecakapan pengetahuan bersama dengan diri sendiri, yang terkait dengan 'kesadaran' dan 'penginderaan', dan ada hubungannya dengan Penghakiman moral yang di katakan Alkitab.
-   Menurut Alkitab(PL) dan (PB), dalam catatan




New Bible Dictionary (NBD) bahwa "hati nurani" artinya alat bagi penghakiman Ilahi atas moral manusia dihadapan  Allah, diri sendiri dan sesama, hati nurani sebagai saksi untuk tujuan menghindarkan diri dari yang tidak benar, pengudusan diri. 
Dengan demikian Sensitif terhadap hati nurani sesama dalam teks firman Tuhan ini artinya berbicara tentang pengetahuan yang benar tentang Allah dan firman-Nya dalam hidup setiap orang Kristen untuk menolong orang lain dengan dasar iman (Ay 1, 2, 6), kasih (1, 3) dan kebenaran /firman Tuhan (9, 12 dan 13
 Kesimpulan:
Marilah kita sebagai orang Kristen, memiliki pengetahuan yang benar dalam segala hal untuk mengasihi Tuhan, diri sendiri dan orang lain/sesama di dunia ini dengan “waktu yang singkat” dengan dasar Iman, Kasih dan Kebenaran/ Firman Tuhan.

Load disqus comments

0 komentar