MENJADI PELAKU FIRMAN TUHAN.
YAKOBUS 1: 19-27
"Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya
pendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri." Yakobus 1:22
Kita sering mendengar banyak orang yang berkata, "Kalau cuma
ngomong sih semua orang pasti bisa. Coba disuruh melakukan, Tidak
mudah!" Adalah lebih mudah untuk mengoreksi, mengomentari atau
menghakimi orang lain daripada memberikan teladan hidup yang baik.
Kekristenan membutuhkan bukti nyata melalui perbuatan, bukan hanya teori,
karena orang Kristen adalah garam dunia dan terang dunia. Artinya kita
harus memiliki kehidupan yang berbeda dan berdampak bagi dunia.
Satu
perbuatan jauh lebih berharga dari seribu kata-kata. Setiap orang percaya
dihadapkan pada tantangan yang tidak mudah karena dituntut untuk membuktikan
firman Tuhan dalam kehidupan nyata, bukan hanya sekedar fasih mengucapkan
firman. Tuhan Yesus menuntut kita untuk menjadi pelaku firman, bukan
hanya pendengar! Yakobus berkata, "Jika iman itu tidak
disertai perbuatan, maka iman itu hakekatnya adalah mati."
(Yakobus 2:17). Jadi, iman itu "...bekerjasama dengan
perbuatan-perbuatan dan oleh perbuatan-perbuatan itu iman menjadi
sempurna." (Yakobus 2:22). Itulah iman yang diwujudkan
melalui perbuatan nyata!
Alkitab menasehatkan kita: "...hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi
lambat untuk berkata-kata," (Yakobus 1:19). Tetapi kita
memiliki kecenderungan untuk cepat berbicara tapi lamban dalam hal
mendengar (mulut aktif, telinga pasif), padahal "...iman
timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus."
(Roma 10:17). Banyak dari kita yang mungkin aktif menghadiri kebaktian di
gereja, acara KKR dan sebagainya, tetapi mengapa kita tidak pernah bertumbuh
dan tetap saja tidak mengalami perubahan? Karena kita hanya sebatas
mendengarkan saja. Mendengarkan firman Tuhan itu sangat penting, tapi
harus disertai dengan melakukan firman yang kita dengar itu. Mengapa masih
banyak orang Kristen yang gagal menaati firman Tuhan? Karena kita
berpikir bahwa mendengarkan sama halnya dengan melakukan.
Seberapa banyak kita telah mendengar bahkan belajar Firman Tuhan melaui
berbagai metode kreatif agar mempermudah kita mengerti apa maksud Firman Tuhan
tersebut. Bahkan sebelum kita memulai belajar Firman Tuhan pun kita berdoa
minta pimpinan Roh Kudus agar dapat
mengerti apa maksud Tuhan melalui Firman Tuhan yang kita pelajari. Namun sangat
disayangkan kita hanya sampai “sangat mengerti” tetapi tidak juga mau
melakukannya. Bukan tidak bisa tetapi tidak mau.
Perhatikan!
Kita bukan hanya dengar, tapi juga harus dengar-dengaran (taat)
untuk melakukan Firman Tuhan.
Mendengar janganlah hanya dengan telinga yang kemudian diproses oleh
otak, tetapi biarlah sampai masuk ke hati, renungkan dan kemudian wujudkan
melalui tindakan (action). Inilah yang dikehendaki Tuhan.
0 komentar