Jangan Memandang Muka
(Yakobus 2:1-13)
Bagian dari firman Tuhan ini menyambung pembicaraan tentang kesalehan yang sejati
dalam Yakobus Psl 1. Tanda lain dari kesalehan ini adalah tidak memandang muka. Nasehat
dalam bagian ini berhubungan dengan kesenjangan ekonomi yang amat menyolok di
antara yang kaya dan miskin. Masyarakat yang terdiri
atas strata-strata yang berkisar pada patron-patron dan klien-klien membuat
sikap memandang muka sesuatu yang lazim pada zaman itu. Kekayaan dan kedudukan
menjadi ukuran segala-galanya. Tidak jarang kaum miskin dihina dan ditindas.
a. Yakobus 2:1-4
Topik merawat yatim piatu dan janda-janda serta
menjaga diri agar tidak dicemari dunia, kini dielaborasi dalam pasal baru ini.
Kata-kata "sebagai orang yang
beriman kepada Yesus Kristus, Tuhan kita yang mulia" menunjukkan peran
utama iman kristiani dalam kehidupan orang Kristen (ayt 1). Jadi sikap memandang muka merupakan suatu
perbuatan yang hina. Kata "kumpulanmu" (ayat 2) dapat diterjemahkan
menjadi "sinagoge". Dalam pertemuan di sinagoge dengan suasana
beribadah. Kesalehan demikian bertolak belakang dengan kesalehan yang sejati
(Yakobus 1:26,27).
b. Yakobus 2:5-7
Mengenai orang-orang miskin ini, penulis surat ini
bertanya, "Bukankah Allah memilih
orang-orang yang dianggap miskin oleh (atau diterjemahkan: orang-orang
miskin dalam) dunia (atau
diterjemahkan: masyarakat) ini untuk
menjadi kaya dalam iman dan menjadi ahli waris (atau diterjemahkan:
orang-orang yang berhak menerima) Kerajaan
yang telah dijanjikan-Nya kepada barang siapa yang mengasihi Dia?"
(Ayt. 5). Jadi penulis kitab ini menemukan hal-hal yang indah pada orang-orang
miskin ini. Allah telah memilih orang-orang miskin ini. Mereka kaya dalam iman.
Mereka berhak menerima Kerajaan Surga. Mereka mengasihi Allah. Perhatikan,
mereka dipuji bukan karena kemiskinan tetapi karena iman mereka. Sebaliknya,
orang-orang yang memandang muka ini menghina orang-orang miskin. Itu sebabnya,
penulis kitab bertanya, "Bukankah
justru orang-orang kaya yang menindas kamu dan yang menyeret kamu ke
pengadilan?" (ayat 6). Hampir dapat dipastikan, mereka ini
diperlakukan tidak baik dan tidak adil di pengadilan. Ada dua kejahatan yang orang kaya
lakukan. Pertama, mereka menindas orang yang lebih lemah daripada
mereka. Kedua, mereka menghina nama Tuhan. Ini berkaitan dengan iman
kepercayaan.
c. Yakobus 2:8-13
Ayat 8 sampai 13 menjelaskan bahwa orang yang memihak kepada orang kaya dengan
mengorbankan orang miskin berarti membeda-bedakan orang. Orang yang melakukan
hal yang demikian melanggar hukum Allah, karena tidak menunjukkan kasih kepada
sesamanya. Setiap orang yang melanggar bagian dari hukum, melanggar seluruh
hukum itu dan dihakimi oleh hukum itu. Kasih menjadi dasar untuk kita tidak
membeda – bedakan orang lain atas nama apapun. Kasih memandang bahwa setiap
orang sama dihadapan Allah baik miskin atau kaya, baik penampilannya mewah atau
penapilannya kurang baik.
Saudaraku melalui bagian
Firman Tuhan ini kita diajak untuk mengevaluasi diri kita dihadapan Tuhan.
Bagaimanakah cara pandang kita, pola pikir kita, sikap kita, bahkan mungkin
senyum kita terhadap orang yang kaya dan juga terhadap orang yang miskin. Mari
kita memeriksa diri kita agar
Tuhan
dimuliakan jemaat diberkati
0 komentar