Thursday, March 28, 2019

Jangan Memandang Muka

Jangan Memandang Muka
(Yakobus 2:1-13)
Bagian dari firman Tuhan ini menyambung pembicaraan tentang kesalehan yang sejati dalam Yakobus Psl 1. Tanda lain dari kesalehan ini adalah tidak memandang muka. Nasehat dalam bagian ini berhubungan dengan kesenjangan ekonomi yang amat menyolok di antara yang kaya dan miskin. Masyarakat yang terdiri atas strata-strata yang berkisar pada patron-patron dan klien-klien membuat sikap memandang muka sesuatu yang lazim pada zaman itu. Kekayaan dan kedudukan menjadi ukuran segala-galanya. Tidak jarang kaum miskin dihina dan ditindas. 
a.     Yakobus 2:1-4
Topik merawat yatim piatu dan janda-janda serta menjaga diri agar tidak dicemari dunia, kini dielaborasi dalam pasal baru ini. Kata-kata "sebagai orang yang beriman kepada Yesus Kristus, Tuhan kita yang mulia" menunjukkan peran utama iman kristiani dalam kehidupan orang Kristen (ayt 1). Jadi sikap memandang muka merupakan suatu perbuatan yang hina. Kata "kumpulanmu" (ayat 2) dapat diterjemahkan menjadi "sinagoge". Dalam pertemuan di sinagoge dengan suasana beribadah. Kesalehan demikian bertolak belakang dengan kesalehan yang sejati (Yakobus 1:26,27). 
b.     Yakobus 2:5-7
Mengenai orang-orang miskin ini, penulis surat ini bertanya, "Bukankah Allah memilih orang-orang yang dianggap miskin oleh (atau diterjemahkan: orang-orang miskin dalam) dunia (atau diterjemahkan: masyarakat) ini untuk menjadi kaya dalam iman dan menjadi ahli waris (atau diterjemahkan: orang-orang yang berhak menerima) Kerajaan yang telah dijanjikan-Nya kepada barang siapa yang mengasihi Dia?" (Ayt. 5). Jadi penulis kitab ini menemukan hal-hal yang indah pada orang-orang miskin ini. Allah telah memilih orang-orang miskin ini. Mereka kaya dalam iman. Mereka berhak menerima Kerajaan Surga. Mereka mengasihi Allah. Perhatikan, mereka dipuji bukan karena kemiskinan tetapi karena iman mereka. Sebaliknya, orang-orang yang memandang muka ini menghina orang-orang miskin. Itu sebabnya, penulis kitab bertanya, "Bukankah justru orang-orang kaya yang menindas kamu dan yang menyeret kamu ke pengadilan?" (ayat 6). Hampir dapat dipastikan, mereka ini diperlakukan tidak baik dan tidak adil di pengadilan. Ada dua kejahatan yang orang kaya lakukan. Pertama, mereka menindas orang yang lebih lemah daripada mereka. Kedua, mereka menghina nama Tuhan. Ini berkaitan dengan iman kepercayaan.
c.     Yakobus 2:8-13
Ayat 8 sampai 13 menjelaskan bahwa orang yang memihak kepada orang kaya dengan mengorbankan orang miskin berarti membeda-bedakan orang. Orang yang melakukan hal yang demikian melanggar hukum Allah, karena tidak menunjukkan kasih kepada sesamanya. Setiap orang yang melanggar bagian dari hukum, melanggar seluruh hukum itu dan dihakimi oleh hukum itu. Kasih menjadi dasar untuk kita tidak membeda – bedakan orang lain atas nama apapun. Kasih memandang bahwa setiap orang sama dihadapan Allah baik miskin atau kaya, baik penampilannya mewah atau penapilannya kurang baik.
Saudaraku melalui bagian Firman Tuhan ini kita diajak untuk mengevaluasi diri kita dihadapan Tuhan. Bagaimanakah cara pandang kita, pola pikir kita, sikap kita, bahkan mungkin senyum kita terhadap orang yang kaya dan juga terhadap orang yang miskin. Mari kita memeriksa diri kita agar Tuhan dimuliakan jemaat diberkati
Load disqus comments

0 komentar