KEHIDUPAN ORANG KRISTEN SEJATI
1 TESALONIKA 1 : 2-10
Pertama kali Paulus mengunjungi kota itu pada perjalanan misinya yang
kedua. Dia melayani bersama dengan Silas dan hanya sempat melayani beberapa minggu Paulus dan Silas
meninggalkan kota Tesalonika karena timbul keributan. Paulus menyuruh Timotius
ke Tesalonika untuk menanyakan tentang keadaan mereka dan mengukuhkan iman
mereka. Dia membawa laporan yang sangat menggembirakan. Ada beberapa persoalan
dalam jemaat ini, baik tentang hal-hal yang menyangkut zaman akhir maupun
hal-hal yang menyangkut etika Kristen.
Melalui
firman Tuhan ini ada 3 ciri dalam kehidupan orang Kristen sejati, yaitu:
1.
Menerima
firman Allah dalam segala keadaan (ayat 6)
Pernyataan Paulus ini berhubungan dengan keadaan di
Tesalonika di mana ketika Paulus memberitakan Injil di sana telah terjadi
keributan yang dilakukan oleh orang-orang yang tidak percaya (1 Tesalonika
17:1-9). Orang-orang yang percaya kepada Yesus Kristus tidak disenangi dan
dibenci. Inilah penganiayaan, tekanan, kesusahan atau kesulitan yang dialami
oleh jemaat Tesalonika dalam mengikut Yesus Kristus. Namun, dalam keadaan
seperti ini, iman, kasih dan pengharapan jemaat Tesalonika tidak mundur atau
kendor. Sebaliknya, mereka mau menerima firman Allah dan bertumbuh dalam iman,
kasih dan pengharapan kepada Yesus Kristus.
2.
Memiliki
kesaksian hidup yang memberkati (ayat 7-8)
Jarak antara Makedonia dan Akhaya begitu jauh dan
Pada penduduk kedua daerah tersebut adalah orang-orang yang menyembah berhala.
Tetapi kesaksian dalam memberitakan Injil tidak berhenti bahkan iman jemaat
Tesalonika tidak hanya bergema di kedua daerah tersebut, tetapi di semua
tempat. Di semua tempat di sini menyatakan daerah-daerah di luar daerah
Makedonia dan Akhaya. Melalui firman Tuhan ini kita juga bercermin dari
kehidupan jemaat Tesalonika bahwa memberitakan Injil itu adalah tanggung jawab
semua orang percaya dan didukung oleh kehidupan yang kudus sehingga Injil yang
kita beritakan tidak menjadi batu sandungan bagi orang lain.
3.
Memiliki
pertobatan yang nyata (ayat 9-10)
Kata “berbalik” ini penting untuk diperhatikan, di
mana Paulus memberikan penekanan yaitu “berbalik dari berhala-berhala kepada
Allah”. Pernyataan ini menunjukkan suatu pola atau cara hidup yang jelas
berbeda dari sebelumnya. Kalau dulu jemaat Tesalonika menyembah berhala-berhala
maka sekarang mereka menyembah dan melayani Allah yang hidup dan yang benar.
Mereka juga menaruh pengharapan mereka kepada Tuhan di mana mereka menantikan
kedatangan Yesus Kristus, yang menyelamatkan mereka. Inilah pertobatan yang
nyata dalam kehidupan jemaat Tesalonika.
Orang Kristen
sejati adalah orang yang menyadari dan memahami bahwa dirinya telah kembali
kepada Allah yang hidup dan yang benar. Kesadaran ini akan membuat dia
melakukan segala yang Tuhan mau dalam hidupnya. Ia tidak lagi melakukan segala
hal yang dulu ia lakukan sebelum kembali kepada Allah. Sebagai contoh: tidak
lagi pergi ke dukun atau ke kuburan untuk meminta pertolongan, tidak lagi
bersungut-sungut dalam hidupnya. Intinya bahwa orang Kristen sejati memiliki
pertobatan yang nyata. Maka, jadilah orang Kristen sejati yang mau menerima
firman Allah dalam segala keadaan, memiliki kesaksian hidup yang memberkati dan
juga pertobatan yang nyata. Dengan demikian, melalui kehidupan kita orang lain
dapat mendengar, percaya dan menyaksikan kasih Tuhan yang sungguh teramat
besar.
0 komentar