Thursday, March 28, 2019

KEHIDUPAN ORANG KRISTEN SEJATI


KEHIDUPAN ORANG KRISTEN SEJATI
1 TESALONIKA 1 : 2-10

Pertama kali Paulus mengunjungi kota itu pada perjalanan misinya yang kedua. Dia melayani bersama dengan Silas dan hanya sempat melayani beberapa minggu Paulus dan Silas meninggalkan kota Tesalonika karena timbul keributan. Paulus menyuruh Timotius ke Tesalonika untuk menanyakan tentang keadaan mereka dan mengukuhkan iman mereka. Dia membawa laporan yang sangat menggembirakan. Ada beberapa persoalan dalam jemaat ini, baik tentang hal-hal yang menyangkut zaman akhir maupun hal-hal yang menyangkut etika Kristen.
Melalui firman Tuhan ini ada 3 ciri dalam kehidupan orang Kristen sejati, yaitu:
1.     Menerima firman Allah dalam segala keadaan (ayat 6)
Pernyataan Paulus ini berhubungan dengan keadaan di Tesalonika di mana ketika Paulus memberitakan Injil di sana telah terjadi keributan yang dilakukan oleh orang-orang yang tidak percaya (1 Tesalonika 17:1-9). Orang-orang yang percaya kepada Yesus Kristus tidak disenangi dan dibenci. Inilah penganiayaan, tekanan, kesusahan atau kesulitan yang dialami oleh jemaat Tesalonika dalam mengikut Yesus Kristus. Namun, dalam keadaan seperti ini, iman, kasih dan pengharapan jemaat Tesalonika tidak mundur atau kendor. Sebaliknya, mereka mau menerima firman Allah dan bertumbuh dalam iman, kasih dan pengharapan kepada Yesus Kristus. 
2.     Memiliki kesaksian hidup yang memberkati (ayat 7-8)
Jarak antara Makedonia dan Akhaya begitu jauh dan Pada penduduk kedua daerah tersebut adalah orang-orang yang menyembah berhala. Tetapi kesaksian dalam memberitakan Injil tidak berhenti bahkan iman jemaat Tesalonika tidak hanya bergema di kedua daerah tersebut, tetapi di semua tempat. Di semua tempat di sini menyatakan daerah-daerah di luar daerah Makedonia dan Akhaya. Melalui firman Tuhan ini kita juga bercermin dari kehidupan jemaat Tesalonika bahwa memberitakan Injil itu adalah tanggung jawab semua orang percaya dan didukung oleh kehidupan yang kudus sehingga Injil yang kita beritakan tidak menjadi batu sandungan bagi orang lain. 
3.     Memiliki pertobatan yang nyata (ayat 9-10)  
Kata “berbalik” ini penting untuk diperhatikan, di mana Paulus memberikan penekanan yaitu “berbalik dari berhala-berhala kepada Allah”. Pernyataan ini menunjukkan suatu pola atau cara hidup yang jelas berbeda dari sebelumnya. Kalau dulu jemaat Tesalonika menyembah berhala-berhala maka sekarang mereka menyembah dan melayani Allah yang hidup dan yang benar. Mereka juga menaruh pengharapan mereka kepada Tuhan di mana mereka menantikan kedatangan Yesus Kristus, yang menyelamatkan mereka. Inilah pertobatan yang nyata dalam kehidupan jemaat Tesalonika. 
Orang Kristen sejati adalah orang yang menyadari dan memahami bahwa dirinya telah kembali kepada Allah yang hidup dan yang benar. Kesadaran ini akan membuat dia melakukan segala yang Tuhan mau dalam hidupnya. Ia tidak lagi melakukan segala hal yang dulu ia lakukan sebelum kembali kepada Allah. Sebagai contoh: tidak lagi pergi ke dukun atau ke kuburan untuk meminta pertolongan, tidak lagi bersungut-sungut dalam hidupnya. Intinya bahwa orang Kristen sejati memiliki pertobatan yang nyata. Maka, jadilah orang Kristen sejati yang mau menerima firman Allah dalam segala keadaan, memiliki kesaksian hidup yang memberkati dan juga pertobatan yang nyata. Dengan demikian, melalui kehidupan kita orang lain dapat mendengar, percaya dan menyaksikan kasih Tuhan yang sungguh teramat besar.

Load disqus comments

0 komentar