Wednesday, April 25, 2018

Perlu di perhatikan kecocokan dalam berpacaran

Perlu Melihat Kecocokan dalam Masa Berpacaran

Makna atau tujuan dari berpacaran adalah untuk mengetahui apakah kita bisa hidup bersama kelak dalam pernikahan, atau masa untuk memastikan apakah kita akan dapat hidup harmonis dengan pasangan kita.

Makna atau tujuan berpacaran adalah untuk mengetahui apakah kita bisa hidup bersama kelak dalam pernikahan, jadi sungguh-sungguh berpacaran adalah masa untuk memastikan apakah kita akan dapat nanti hidup harmonis dengan pasangan kita itu. Berpacaran mempunyai suatu tujuan yang jelas yaitu pernikahan.
Ada tiga hal besar yang perlu diperhatikan selama masa berpacaran yaitu:
  1. Kebiasaan hidup, satu pertanyaan yang kita harus tanya adalah apakah kita dapat hidup dengan dia setelah kita mengetahui kebiasaan-kebiasaan hidupnya dan kebalikannya juga sama apakah dia bisa hidup dengan kita setelah dia mengetahui kebiasaan-kebiasaan hidup kita.
  2. Kesungguhan hidup, kesungguhan hidup ini mencakup bagaimanakah sikap kita terhadap hidup. Masuk dalam kategori ini adalah tanggung jawab, apakah kita orang yang bersungguh-sungguh bertanggung jawab kalau mendapatkan tugas, kalau mendapatkan kepercayaan. Jadi kita mau melihat apakah pasangan kita mempunyai kesungguhan hidup, apakah dia mempunyai ketahanan untuk bisa tetap berdiri dalam keadaan yang susah ataukah dia orang yang langsung lari, langsung bersembunyi, langsung menutupi diri dari problem nah kita mau melihat itu.
  3. Kekudusan hidup, kekudusan hidup di sini pertama-tama menyangkut apakah dia dan saya mempunyai iman yang sama, iman pada Tuhan kita Yesus Kristus, sebab itulah yang Tuhan amanatkan kepada kita, kita harus menikah dengan yang seiman dengan kita. Kekudusan hidup juga mengacu kepada bukan saja pengakuan secara intelektual saya percaya kepada Tuhan, tapi apakah kita memang menguduskan Tuhan dalam hidup kita ini artinya apakah kita menghormati Tuhan dan apakah Tuhan itu menempati porsi yang besar dalam hidup kita, kita tahu hal itu.
Amsal 19:22, "Sifat yang diinginkan pada seseorang adalah kesetiaannya, lebih baik orang miskin dari pada seorang pembohong."
Ada 2 hal di sini:
  1. Kesetiaan itulah satu sifat yang sangat-sangat indah dan ini yang harus kita cari pada pasangan kita kalau saya boleh rangkumkan.
  2. Firman Tuhan berkata lebih baik orang miskin dari pada seorang pembohong artinya menikahlah dengan orang yang jujur.
Jadi waktu mencari pasangan hidup juga diperhatikanlah apakah dia orang yang setia, yang akan terus bertahan tidak akan meninggalkan kita dan apakah dia orang yang jujur sehingga dia tidak membohongi kita.
Load disqus comments

0 komentar